fokus6.net, BANJARMASIN – Hamparan eceng gondok atau ilung memenuhi sejumlah aliran sungai di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Akibatnya, warga kesulitan beraktivitas dan perahu harus menghadapi jalur yang tertutup gulma air.

Tumpukan ilung terlihat mendominasi permukaan Sungai Martapura di kawasan Teluk Tiram Laut, Kecamatan Banjarmasin Barat, Selasa (13/10/2026).

Kondisi serupa juga terlihat di kawasan Mantuil, Banjarmasin Selatan.

Selain menutupi permukaan sungai, eceng gondok menghambat pergerakan perahu dan kelotok. Padahal, warga masih mengandalkan sungai untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Eceng Gondok Hambat Aktivitas Warga

Bagi masyarakat Banjarmasin, sungai bukan sekadar jalur transportasi. Warga juga memanfaatkan sungai untuk mandi, mencuci, hingga memancing ikan.

Namun, tumpukan ilung kini menyulitkan aktivitas tersebut.

Warga Teluk Tiram, Noor Baiti, mengaku terkejut melihat banyaknya eceng gondok yang memenuhi sungai.

Menurut Noor Baiti, kondisi itu tidak seperti biasanya. Akibatnya, warga kesulitan menggunakan sungai untuk kebutuhan sehari-hari.

“Biasanya sungai bisa digunakan untuk beraktivitas. Sekarang eceng gondoknya banyak sekali, sehingga warga kesulitan memanfaatkan sungai seperti biasa,” ujar Noor Baiti.

Warga Minta PUPR Kerahkan Ekskavator Amfibi

Selain mengganggu aktivitas warga, hamparan eceng gondok juga menyulitkan transportasi air. Perahu dan kelotok harus menghadapi jalur yang tertutup gulma mengapung.

Karena itu, warga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin segera membersihkan sungai.

Mereka berharap pemerintah mengerahkan ekskavator amfibi untuk mengangkat tumpukan ilung.

Dengan pembersihan tersebut, warga berharap jalur transportasi air kembali lancar. Aktivitas masyarakat pun bisa berjalan normal tanpa terhalang eceng gondok.

Penulis/Reporter: Ahmad Fauzie

Baca juga  FJB Semarakkan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi Banjar Lewat Lomba Catur dan Domino