Ponpes Sirajul Huda Krisis Air Bersih, 600 Santri Bergantung Pasokan dari Luar
fokus6.net, TANAH LAUT – Kemarau panjang membuat Pondok Pesantren (Ponpes) Sirajul Huda di Kelurahan Karang Taruna, Kabupaten Tanah Laut, kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.
Sumber air di lingkungan ponpes terus menyusut. Akibatnya, sekitar 600 santri bersama guru dan karyawan harus mengandalkan pasokan air dari luar.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih menjadi persoalan sehari-hari bagi pengelola ponpes.
Sumber Air Mulai Mengering
Kabag Sarpras Sirajul Huda, Murdiansyah, mengatakan sumber air di ponpes mulai mengering akibat kemarau yang berkepanjangan.
Padahal, jumlah penghuni ponpes cukup banyak. Selain sekitar 600 santri, masih ada guru dan karyawan yang membutuhkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Karena sumber air mulai berkurang, kami kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk para santri, guru, dan karyawan,” kata Murdiansyah.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pengelola ponpes harus mendatangkan pasokan air dari luar.
Polres Tanah Laut Salurkan 6.000 Liter Air
Melihat kondisi tersebut, Polres Tanah Laut kemudian menyalurkan bantuan air bersih ke Ponpes Sirajul Huda.
Sebanyak 6.000 liter air dikirim menggunakan truk pada Rabu sore, 30 September 2026. Air tersebut kemudian ditampung dalam dua tandon dengan kapasitas masing-masing 3.000 liter.
Wakapolres Tanah Laut Kompol Eka Saprianto mengatakan bantuan tersebut untuk membantu memenuhi kebutuhan air di lingkungan ponpes selama sumber air belum kembali normal.
“Bantuan air bersih ini kami salurkan untuk membantu kebutuhan para santri, guru, dan karyawan selama sumber air di ponpes belum normal,” ujar Eka.
Bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan air bersih para penghuni ponpes. Terlebih, kondisi sumber air masih terdampak kemarau panjang.
Penulis/Reporter: Basuki Rahmat

Tinggalkan Balasan