fokus6.net, KABUPATEN BANJAR – Warga Desa Tanipah, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, punya cara unik memanfaatkan lahan persawahan yang mengering saat kemarau.

Mereka mengubah sawah yang tak bisa digarap menjadi lapangan sepak bola untuk menggelar Tanipah Cup 2026.

Turnamen ini menghadirkan 26 tim dari berbagai wilayah. Selain itu, ratusan warga dari Kecamatan Aluh-Aluh hingga Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala, memadati lokasi pertandingan pada Rabu (30/9/2026) petang.

Di tengah musim kemarau, pertandingan sepak bola tersebut menjadi hiburan bagi masyarakat. Namun, kegiatan ini tidak sekadar menghadirkan persaingan antartim.

Sawah Berubah Jadi Lapangan Saat Kemarau

Warga memanfaatkan lahan persawahan sebagai lapangan sepak bola hanya pada musim kemarau. Sebab, saat kondisi lahan memungkinkan untuk bertani, area tersebut kembali menjadi sawah.

Karena itu, warga hanya bisa menggelar pertandingan ketika tanah mengering dan petani tidak menggarap lahan.

Anggota DPRD Kabupaten Banjar Muhammad Saidi mengapresiasi inisiatif masyarakat tersebut. Menurutnya, turnamen ini menghadirkan manfaat lebih luas daripada sekadar kegiatan olahraga.

Selain menjadi hiburan, pertandingan juga mempertemukan warga dari berbagai desa. Dengan demikian, kegiatan ini turut mempererat hubungan antarmasyarakat.

Tanipah Cup Jadi Liga Amal untuk Pembangunan Masjid

Panitia mengemas Tanipah Cup 2026 sebagai liga amal. Mereka akan menyumbangkan pendapatan dari parkir dan aktivitas perdagangan selama turnamen untuk pembangunan masjid di Desa Tanipah.

Di sisi lain, turnamen ini ikut menggerakkan ekonomi warga. Ramainya penonton membuka peluang bagi pedagang setempat untuk meraih penghasilan tambahan.

Meski begitu, warga masih menginginkan lapangan sepak bola permanen di Kecamatan Aluh-Aluh.

Dengan adanya fasilitas tersebut, masyarakat bisa menggelar pertandingan tanpa menunggu sawah mengering.

Bagi warga Desa Tanipah, lapangan sementara ini memiliki fungsi lebih dari sekadar arena pertandingan. Mereka juga memanfaatkannya sebagai tempat berkumpul, menjalin silaturahmi, dan memperkuat kebersamaan.

Baca juga  Tiga Rumah Ambruk di Kertak Hanyar, Pemuda 19 Tahun Tewas Usai Selamatkan Adik-Adiknya

Penulis/Reporter: Tim Liputan