fokus6.net, BANJARBARU – Sebanyak 261 rumah warga Banjarbaru mendapat penanganan melalui Program Barakat Gawe. Program ini menyasar masyarakat yang masih tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Sepanjang 2025, Pemko Banjarbaru menangani 159 rumah tidak layak huni. Selanjutnya, program tersebut berlanjut pada 2026 dengan sasaran 102 rumah warga.

Dengan demikian, total 261 rumah warga mendapat penanganan selama dua tahun. Pemko Banjarbaru menjalankan program ini dengan dukungan APBD, perusahaan daerah, dan sejumlah mitra.

Barakat Gawe Bantu Warga Dapat Hunian Layak

Selain memperbaiki bangunan, program Barakat Gawe menyasar kualitas hunian warga. Pemko Banjarbaru berharap rumah yang diperbaiki menjadi lebih sehat, aman, dan nyaman.

Salah satu penerima manfaat ialah Arif Fadillah di Kelurahan Loktabat Utara. Ia tinggal seorang diri di Gang Kenitu Karang SO.

Melalui program RTLH, Arif mendapat bantuan untuk memperbaiki rumahnya. Karena itu, ia mengaku sangat terbantu dengan perhatian pemerintah.

“Terima kasih kepada Ibu Wali Kota. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi saya. Sekali lagi, terima kasih banyak,” ucapnya.

Sementara itu, Normawati juga menerima bantuan bedah rumah. Warga Kelurahan Loktabat Utara itu tinggal bersama suaminya yang sudah lanjut usia.

Normawati sebelumnya tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak. Kini, ia berharap rumah tersebut bisa menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman.

“Terima kasih Ibu Wali Kota yang akan bedah rumah kami. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kami yang sudah tua-tua ini,” ujarnya.

Selain Arif dan Normawati, program ini menyasar warga yang membutuhkan hunian layak. Pemko Banjarbaru berharap manfaatnya bisa dirasakan langsung masyarakat.

Dengan begitu, perbaikan rumah juga memberi rasa aman dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat. Program tersebut sekaligus mendukung upaya Pemko mewujudkan Banjarbaru Elok.

Baca juga  Kejurprov ORADO Kalsel 2026 Jaring Atlet Berbakat

Pemko Banjarbaru ingin pembangunan kota berjalan bersama dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kebutuhan hunian layak terus menjadi bagian dari perhatian pemerintah.

Penulis/Reporter: Rofhal