Operasi Modifikasi Cuaca Kembali Digelar di Kalsel, Upaya Percepat Hujan untuk Tangani Karhutla
fokus6.net, BANJARBARU – Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC kembali berjalan di Kalimantan Selatan. Langkah ini menjadi upaya pemerintah menghadapi kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi.
BNPB dan BMKG kembali menjalankan penyemaian awan. Tujuannya untuk memicu hujan di wilayah yang membutuhkan.
Sebelumnya, tim sempat menghentikan penerbangan OMC. Kondisi itu terjadi karena potensi awan belum cukup mendukung.
Namun, kondisi cuaca mulai berubah. Setelah mengevaluasi kondisi atmosfer, BMKG kembali menemukan awan yang memenuhi syarat untuk penyemaian.
Selanjutnya, tim menentukan lokasi dan waktu penerbangan berdasarkan analisis BMKG. Karena itu, penyemaian tidak bisa dilakukan setiap saat.
Dalam satu penerbangan, tim membawa sekitar satu ton garam. Bahan tersebut kemudian petugas sebar ke awan yang memenuhi kriteria.
Operasi Modifikasi Cuaca Percepat Penanganan Karhutla
Tenaga Ahli Pendukung Kepala BNPB, Brigjen TNI (Purn) Herman Hidayat, menjelaskan peluang hujan setelah penyemaian.
“Kalau kondisi awannya mendukung, hujan diperkirakan bisa turun satu sampai dua jam setelah penyemaian,” ujar Herman Hidayat.
Meski begitu, keberadaan awan tetap menjadi syarat utama. Jika kondisi atmosfer tidak mendukung, tim tidak akan melakukan penyemaian.
Koordinator Lapangan OMC, Abdul Arsyad, mengatakan tim terus memantau perkembangan awan. Menurutnya, kondisi tersebut menentukan jadwal penerbangan.
“Penerbangan sangat bergantung pada potensi awan. Kalau tidak ada awan yang memenuhi syarat, penyemaian tidak bisa dilakukan,” kata Abdul Arsyad.
Sementara itu, BPBD Kalsel memastikan armada dan bahan semai sudah siap. Namun, tim baru menemukan potensi awan yang sesuai pada hari pelaksanaan OMC.
Kepala Subbid Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan pihaknya terus menyiapkan kebutuhan operasi.
“Bahan semai dan armada pesawat sudah siap. Potensi awan untuk dilakukan penyemaian baru tersedia hari ini,” ujar Ariansyah.
Sejumlah Wilayah Masih Dipantau
Selain pelaksanaan OMC, pemerintah terus memantau wilayah dengan potensi titik panas. Beberapa daerah yang menjadi perhatian antara lain Banjarbaru, Gambut, Tanah Laut, Candi Laras, Daha, dan Paminggir.
Selanjutnya, TNI Angkatan Udara turut mendukung pelaksanaan OMC melalui Lanud Syamsudin Noor. Dukungan tersebut mencakup kebutuhan operasional selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, Lanud Syamsudin Noor juga akan menyalurkan bantuan Presiden melalui Kementerian Pertahanan. Bantuan tersebut untuk mendukung relawan dalam menangani karhutla.
Penulis/Reporter: Ahmad Fauzie

Tinggalkan Balasan