fokus6.net, KABUPATEN BANJAR – Sebanyak 271 sekolah di Kabupaten Banjar mengajukan pembelajaran jarak jauh atau PJJ.

Wacana PJJ itu imbas kabut asap karhutla masih menyelimuti sejumlah wilayah, dan mulai mengganggu aktivitas belajar siswa.

Pengajuan tersebut masuk ke Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar. Mayoritas sekolah berada di wilayah dengan kabut asap cukup pekat.

Langkah itu bertujuan mengurangi paparan asap bagi siswa dan guru. Selain PJJ, sejumlah sekolah memilih mengubah jam masuk.

Sebelumnya, kegiatan belajar berlangsung pada pagi hari. Namun, sekolah tertentu kemudian mengundur jam masuk hingga pukul 09.00 WITA.

Penyesuaian tersebut mengikuti kondisi udara di masing-masing wilayah. Karena itu, setiap sekolah dapat mengambil langkah sesuai tingkat kabut asap.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Liana Penny mengatakan sekolah memiliki pilihan dalam menyesuaikan kegiatan belajar.

“Ada 271 sekolah yang mengajukan untuk PJJ. Penerapan PJJ maupun penundaan jam belajar disesuaikan dengan kondisi kabut asap di masing-masing wilayah,” ujar Liana.

Menurut Liana, keselamatan siswa dan guru menjadi pertimbangan utama. Terlebih, kabut asap masih muncul di sejumlah kawasan Kabupaten Banjar.

Sementara itu, karhutla masih terjadi di beberapa kecamatan. Di antaranya Pengaron, Cintapuri Darussalam, dan Gambut.

Kondisi tersebut membuat Dinas Pendidikan terus memantau situasi. Selain itu, sekolah juga melaporkan perkembangan kondisi udara di wilayah masing-masing.

Penulis/Reporter: Sairi

Baca juga  7 Tempat Wisata Banjarmasin untuk Liburan Lebaran Keluarga yang Seru