Jembatan Saka Harang Ambruk, Warga Mantuil Banjarmasin Kini Menyeberang Pakai Kapal
fokus6.net, BANJARMASIN – Jembatan Saka Harang di kawasan Mantuil, Banjarmasin Selatan, ambruk pada Minggu (30/8/2026).
Jembatan kayu itu runtuh sekitar pukul 14.00 WITA. Saat itu, sebuah truk bermuatan material batu melintas di atas jembatan.
Namun, struktur jembatan tidak mampu menahan beban. Truk bersama satu sepeda motor akhirnya tercebur ke sungai.
Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Warga kemudian langsung mendatangi lokasi untuk melihat kondisi jembatan.
Ketua RT 08 Kelurahan Mantuil, Imbran, mengatakan warga sudah lama mengetahui kondisi jembatan yang menua.
“Jembatan ini memang sudah lama dan kondisinya sudah tua. Kami berharap segera ada penanganan karena jembatan ini menjadi akses penting bagi warga,” kata Imbran.
Setelah jembatan ambruk, akses utama warga Mantuil menuju pusat Kota Banjarmasin langsung terputus. Akibatnya, aktivitas warga ikut terganggu.
Warga yang hendak bepergian kini harus meninggalkan kendaraan di sekitar lokasi. Selanjutnya, mereka berjalan kaki menuju sisi seberang sungai.
Sementara itu, sebagian warga memilih jalur alternatif. Namun, jalur tersebut sempit, rusak, dan memiliki jarak tempuh lebih jauh.
Kondisi itu tentu menyulitkan warga. Terutama mereka yang setiap hari menggunakan akses tersebut untuk bekerja dan beraktivitas.
Untuk membantu warga, Polresta Banjarmasin kemudian membuat jembatan darurat. Petugas memanfaatkan kapal sebagai akses penyeberangan sementara.
Dengan jembatan darurat tersebut, warga masih bisa menyeberangi sungai dengan berjalan kaki. Namun, kendaraan belum dapat melintas di lokasi.
Karena itu, warga berharap pemerintah segera menangani Jembatan Saka Harang. Mereka membutuhkan akses yang aman untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Selain itu, warga meminta pembangunan kembali jembatan menjadi perhatian. Pasalnya, jalur tersebut menghubungkan kawasan Mantuil dengan pusat Kota Banjarmasin.
Sambil menunggu penanganan, warga tetap menggunakan jembatan darurat. Mereka berharap akses permanen segera kembali tersedia.
Penulis/Reporter: Ahmad Fauzie

Tinggalkan Balasan