fokus6.net, KABUPATEN BANJAR – Warga Desa Indrasari, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, dibuat waspada oleh karhutla.

Kobaran api muncul di lahan yang dipenuhi semak belukar kering. Selanjutnya, api terus merambat mengikuti hembusan angin.

Angin kencang membuat kobaran bergerak cepat. Bahkan, api mulai mendekati permukiman warga.

Melihat kondisi itu, petugas dan relawan langsung bergerak. Mereka berupaya menghentikan rambatan api sebelum mencapai rumah warga.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banjar bersama relawan menyemprotkan air ke titik api. Selain itu, mereka membasahi area sekitar untuk mempersempit jalur rambatan.

Namun, pemadaman berlangsung cukup sulit. Semak kering membuat api cepat berpindah dari satu titik ke titik lainnya.

Sementara itu, petugas membuka akses menuju lokasi kebakaran. Mereka juga memutus jalur semak yang menjadi jalan api menuju permukiman.

Anggota Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banjar, Jamal, mengatakan angin menjadi kendala utama. Kondisi semak yang kering juga membuat api cepat membesar.

“Api cepat merambat karena semaknya kering dan anginnya cukup kencang. Kami berupaya menahan api agar tidak mendekati permukiman,” kata Jamal.

Karena itu, petugas terus melakukan penyemprotan di sekitar titik kebakaran. Mereka juga membasahi lahan untuk mencegah api muncul kembali.

Selain petugas, relawan ikut menyisir area sekitar karhutla di Indrasari. Mereka mencari titik api yang berpotensi memicu kebakaran baru.

Petugas meminta warga sekitar tetap waspada. Sebab, lahan kering masih menyimpan potensi munculnya bara.

Petugas juga meminta warga segera melapor jika melihat titik api. Dengan begitu, petugas dapat bergerak sebelum api semakin meluas.

Penulis/Reporter: Sairi

Baca juga  Angin Puting Beliung Terjang Astambul, Tujuh Rumah di Benua Anyar Sungai Tuan Rusak