fokus6.net, BANJARBARU – Lebih dari 300 warga turun ke Sungai Kemuning, Sabtu (22/8/2026). Mereka mengikuti Festival Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Kelurahan Guntung Paikat.

Pemko Banjarbaru menggelar festival tersebut untuk memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia. Namun, kegiatan ini juga membawa pesan tentang kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam festival itu, warga berhasil mengumpulkan 2.418,8 kilogram ikan sapu-sapu. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 2,4 ton.

Camat Banjarbaru Selatan Muhammad Firmansyah mengatakan panitia memilih ikan sapu-sapu karena jenis tersebut termasuk ikan invasif. Karena itu, festival sekaligus mengajak warga membantu mengendalikan populasinya.

“Kami memilih kegiatan menangkap ikan sapu-sapu karena ingin mengajak masyarakat melihat bahwa sungai merupakan bagian penting dari lingkungan,” ujar Firmansyah.

Menurutnya, warga tidak sekadar datang untuk mengikuti perlombaan. Sebaliknya, mereka ikut turun ke sungai dan terlibat langsung dalam kegiatan lingkungan.

Selain itu, festival menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul. Suasana tersebut sekaligus memperkuat silaturahmi dan semangat gotong royong.

“Kami berharap peserta maupun masyarakat mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. Selain itu, mereka memahami pentingnya menjaga kebersihan sungai dan lingkungan,” katanya.

Festival Kemerdekaan Sekaligus Jaga Sungai

Firmansyah menilai perayaan HUT RI tidak harus selalu berlangsung dalam bentuk seremonial. Menurutnya, warga juga dapat mengisi momentum kemerdekaan melalui kegiatan yang memberi manfaat langsung.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak turun langsung ke sungai,” jelasnya.

Selain menangkap ikan sapu-sapu, warga ikut membersihkan lingkungan sekitar. Dengan cara tersebut, pesan menjaga sungai terasa lebih dekat dengan masyarakat.

Firmansyah juga melihat partisipasi warga cukup tinggi. Menurutnya, konsep festival membuat kegiatan lingkungan terasa lebih menarik.

“Saya melihat antusiasme masyarakat sangat baik. Ini menunjukkan masyarakat memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan,” ucapnya.

Baca juga  Muhidin Tegaskan Stadion Belum Bisa Dibangun Saat Unjuk Rasa BEM se-Kalsel

Karena itu, ia berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang. Selain menjaga sungai, kegiatan lingkungan juga dapat menjadi ruang berkumpul bagi warga.

Festival tersebut pun tidak berhenti pada perlombaan. Pemko Banjarbaru ingin menjadikan kegiatan itu sebagai pengingat tentang pentingnya menjaga lingkungan bersama.

“Festival menangkap ikan sapu-sapu ini bukan sekadar perlombaan. Ada pesan gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian lingkungan,” pungkas Firmansyah.

Pada akhirnya, warga mendapat hiburan sekaligus pengalaman menjaga sungai. Sementara itu, pengendalian ikan sapu-sapu menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem Sungai Kemuning.

Penulis/Reporter: Rofhal