fokus6.net, BANJARBARU – Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni meninjau lokasi karhutla di Kelurahan Syamsudin Noor, Banjarbaru, Minggu (23/8/2026).

Raja Juli melihat langsung lahan terbakar yang berada dekat permukiman warga. Saat itu, petugas juga masih memantau sejumlah titik yang berpotensi kembali terbakar.

Menurut Raja Juli, kondisi lahan menjadi perhatian karena kawasan tersebut memiliki karakteristik gambut. Karena itu, petugas tidak boleh hanya mengandalkan kondisi permukaan yang terlihat sudah padam.

“Walaupun di permukaan terlihat sudah padam, kalau ini lahan gambut, kita harus tetap waspada,” ujar Raja Juli.

Selain itu, ia menjelaskan bara api masih bisa bertahan di bawah lapisan gambut. Bahkan, api dapat kembali muncul ketika kondisi lahan mengering.

Karena itu, Raja Juli meminta petugas melakukan pembasahan secara menyeluruh. Pemantauan juga perlu terus berjalan setelah api di permukaan padam.

Menhut Ingatkan Ancaman Karhutla Kalsel

Raja Juli menilai kondisi karhutla di Kalimantan Selatan tahun ini perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, kondisi kemarau saat ini memiliki kemiripan dengan situasi yang terjadi pada 2015.

Oleh sebab itu, pemerintah meminta seluruh pihak tetap waspada. Petugas juga perlu memperkuat pemantauan di kawasan yang rawan terbakar.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan langkah hukum terhadap pelaku pembakaran lahan. Raja Juli mengatakan aparat tidak akan memberikan toleransi terhadap pembakaran yang dilakukan secara sengaja.

“Tidak ada toleransi bagi siapa pun yang sengaja membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.

Selanjutnya, pemerintah mendorong masyarakat menggunakan cara aman saat membuka atau membersihkan lahan. Warga juga diminta segera melapor ketika menemukan titik api.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Baca juga  Haji Isam Pimpin Operasi Karhutla Kalsel, Fokus Padamkan Api di Lahan Gambut