fokus6.net, KABUPATEN BANJAR – Bupati Banjar Saidi Mansyur meminta anak-anak tidak ikut memadamkan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

Pernyataan itu muncul setelah sejumlah anak ikut membantu memadamkan karhutla di Desa Pasayangan, Kecamatan Martapura. Saat itu, api mulai mendekati persawahan dan permukiman warga.

Saidi memahami keinginan anak-anak untuk membantu ketika melihat kebakaran. Namun, ia mengingatkan risiko asap dan kobaran api dapat membahayakan keselamatan mereka.

“Kalau ada titik api, cukup laporkan kepada BPBD atau relawan. Jangan ikut turun langsung memadamkan karena itu membahayakan,” ujar Saidi Mansyur.

Menurut Saidi, anak-anak tetap bisa membantu penanganan karhutla dengan cara yang lebih aman. Mereka dapat memberi tahu orang tua, warga sekitar, atau petugas ketika melihat titik api.

Selanjutnya, BPBD dan relawan akan menindaklanjuti laporan tersebut. Petugas juga memiliki perlengkapan untuk menghadapi kondisi di lokasi kebakaran.

Pemkab Banjar Perkuat Penanganan Karhutla

Sementara itu, Pemkab Banjar terus menangani karhutla di sejumlah wilayah. Petugas bersama relawan bergerak ketika menerima laporan mengenai titik api.

Selain itu, pemerintah mengingatkan warga agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Langkah tersebut penting untuk mencegah api meluas saat kondisi lahan kering.

Hingga kini, karhutla di Kabupaten Banjar tercatat membakar sekitar 403 hektare lahan. Karena itu, masyarakat diminta segera melapor jika menemukan api atau asap dari lahan terbakar.

Penulis/Reporter: Sairi

Baca juga  Karhutla di Indrasari Kabupaten Banjar, Api Mengarah ke Permukiman Warga