fokus6.net, BANJARBARU – Gubernur Kalsel Muhidin menyebut kondisi karhutla di Guntung Damar, Banjarbaru, tidak terlalu parah.

Pernyataan itu ia sampaikan setelah meninjau langsung titik api bersama jajaran TNI, Polri, dan Forkopimda Kalsel.

Peninjauan tersebut juga diikuti Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, Asisten Utama Operasi Polri, serta Haji Isam.

Menurut Muhidin, api hanya terlihat di bagian pinggir kawasan. Karena itu, kondisi tersebut belum menunjukkan kebakaran yang parah.

“Hari ini kita meninjau bersama-sama ke tempat tadi. Ternyata di pinggiran saja,” ujar Muhidin.

Selain itu, Muhidin melihat tidak ada helikopter maupun water bombing yang beroperasi di lokasi. Menurutnya, kondisi itu menunjukkan penanganan karhutla masih terkendali.

“Heli pun enggak ada hari ini. Biasanya kalau parah, heli atau water bombing pasti sudah ada,” katanya.

Muhidin pun berharap kondisi tersebut terus bertahan. Ia juga mengajak masyarakat berdoa agar titik api dan asap terus berkurang.

“Jadi mudah-mudahan, berdoalah. Mudah-mudahan kita begini terus. Akhirnya asap itu selalu kurang, kalau apinya kurang lagi,” ujar Muhidin.

Gubernur Kalsel Muhidin Minta Warga Tak Bakar Lahan

Di sisi lain, Muhidin meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sebab, api dapat dengan cepat menjalar saat kondisi lahan kering.

Karena itu, warga perlu membersihkan area sekitar lahan jika menemukan kebakaran. Langkah tersebut dapat membantu mencegah api meluas ke kawasan lain.

“Kami minta kepada masyarakat yang ada di luar, di jauh, kalau bisa jangan membakar,” katanya.

Selain itu, Muhidin meminta warga segera membersihkan area sekitar titik api. Dengan begitu, api tidak mudah menjalar ke lahan maupun kawasan permukiman.

“Kalau melihat kebakaran, di samping-sampingnya dibersihkan supaya jangan meluas,” ujarnya.

Baca juga  Pasar Murah Disperindag Balangan Diserbu Warga Baruh Bahinu Luar

Pemerintah daerah bersama TNI dan Polri pun terus memantau kawasan rawan karhutla. Selanjutnya, koordinasi tetap berjalan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Penulis/Reporter: Fahrulani