fokus6.net. BANJARMASIN – Pemilihan bakal calon Rektor Universitas Lambung Mangkurat atau ULM periode 2026-2030 kembali diulang.

Senat ULM menggelar pemilihan ulang terhadap empat bakal calon dalam rapat senat di SAC-2 General Building ULM Banjarmasin, Rabu, 19 Agustus 2026.

Pemilihan ulang tersebut berlangsung atas permintaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atau Kemendiktisaintek.

Empat bakal calon yang kembali mengikuti penyaringan yakni Prof. Muthia Elma, Dr. Iwan Aflanie, Prof. Ahmad, dan Dr. Rusmansyah.

Pada pemilihan pertama, Ahmad memperoleh 34 suara. Kemudian Iwan Aflanie mendapat 22 suara, sedangkan Muthia Elma dan Rusmansyah masing-masing memperoleh dua suara.

Hasil tersebut membuat Muthia Elma dan Rusmansyah memiliki jumlah suara yang sama. Karena itu, Senat ULM menggelar pemilihan lanjutan untuk menentukan satu nama yang masuk tiga besar.

Dalam pemilihan lanjutan, Rusmansyah meraih 39 suara. Sementara Muthia Elma memperoleh 15 suara dari total 54 suara.

Dengan hasil tersebut, Rusmansyah, Ahmad, dan Iwan Aflanie panitia tetapkan sebagai tiga calon yang melanjutkan tahapan Pemilihan Rektor ULM 2026.

Ketua Panitia Pilrek ULM, Ifrani, mengatakan panitia menjalankan proses pemilihan ulang sesuai arahan kementerian. Seluruh tahapan juga akan mengikuti ketentuan yang berlaku.

“Pemilihan ulang ini kami laksanakan sesuai arahan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Panitia akan menjalankan seluruh tahapan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Ifrani.

Setelah menetapkan tiga nama, Senat ULM kembali melakukan pengundian nomor urut calon.

Pengungian Nomor Urut Calon Rektor ULM

Hasilnya, Rusmansyah mendapat nomor urut satu. Ahmad mendapat nomor urut dua, sedangkan Iwan Aflanie mendapat nomor urut tiga.

Meski nomor urut berubah, tiga nama yang melanjutkan tahapan Pilrek ULM tetap sama.

Baca juga  Pendaftaran Bakal Calon Rektor ULM Kembali Diperpanjang hingga 29 Juni 2026

Selanjutnya, ketiga calon akan mengikuti wawancara bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Tahapan wawancara dijadwalkan berlangsung pada 2 September 2026.

Namun, waktu pelaksanaan wawancara masih menunggu konfirmasi dari pihak kementerian.

Ifrani mengatakan panitia akan melanjutkan tahapan Pilrek setelah mendapat kepastian jadwal dari kementerian.

“Setelah proses pemilihan ini, tiga nama yang sudah ditetapkan akan mengikuti tahapan berikutnya sesuai jadwal. Kami masih menunggu konfirmasi kementerian terkait pelaksanaan wawancara,” kata Ifrani.

Dalam pemilihan Rektor ULM periode 2026-2030, Kemendiktisaintek memiliki bobot suara sebesar 35 persen.

Sementara itu, 65 persen suara lainnya berasal dari anggota Senat ULM yang hadir dalam proses pemilihan.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net