Gubernur Kalsel Sebut Tak Ada Awan untuk Modifikasi Cuaca, Karhutla Masih Mengancam
fokus6.net, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin menyebut upaya modifikasi cuaca belum bisa berjalan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Pasalnya, hingga kini belum terdapat awan yang memenuhi kondisi untuk modifikasi cuaca di wilayah Kalsel.
Muhidin menyampaikan hal itu setelah mengikuti koordinasi bersama Forkopimda Kalsel terkait penanganan karhutla.
Menurutnya, kondisi karhutla di sejumlah wilayah perlu mendapat perhatian bersama. Apalagi, musim kemarau masih berpotensi berlangsung hingga akhir tahun.
“Pesawat juga siap, tetapi saat ini tidak ada awan untuk dimodifikasi,” ujar Muhidin.
Karena itu, pemerintah masih menunggu perubahan kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan. Jika awan memenuhi syarat, pesawat dapat langsung menjalankan operasi modifikasi cuaca.
“Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan ada awan yang bisa kita modifikasi. Jadi, pesawat bisa terbang untuk membantu menurunkan hujan,” katanya.
Selain modifikasi cuaca, Pemprov Kalsel juga menyiapkan tiga pesawat water bombing. Armada tersebut nantinya membantu pemadaman ketika muncul titik api yang sulit terjangkau dari darat.
Muhidin meminta masyarakat segera melaporkan titik api kepada BPBD Kalsel. Dengan laporan cepat, petugas dapat menentukan langkah penanganan sebelum api meluas.
Selain itu, Muhidin mengajak perusahaan, masyarakat, serta mahasiswa membentuk tim swadaya. Tim tersebut nantinya dapat membantu pemantauan dan penanganan awal karhutla.
“Kalau ada titik api yang sulit padam, segera laporkan. Kita sudah menyiapkan tambahan water bombing,” ujarnya.
Pemprov Kalsel juga menyiapkan sejumlah pos untuk mempercepat penanganan karhutla. Selanjutnya, BPBD Kalsel akan mengatur penempatan pos berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Muhidin juga mengimbau masyarakat ikut melaksanakan Salat Istisqa. Pemerintah akan mengeluarkan surat imbauan kepada masjid dan sejumlah instansi untuk menggelar salat meminta hujan.
Sementara itu, pemerintah memperkuat langkah perlindungan masyarakat selama kabut asap. Dinas Kesehatan dan seluruh SKPD diminta membagikan masker kepada warga.
Selain itu, Dinas Pendidikan diminta menyampaikan surat edaran kepada sekolah. Kebijakan tersebut menyesuaikan kondisi udara akibat karhutla.
Penulis/Reporter: Fahrulani

Tinggalkan Balasan