fokus6.net, BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mendapat dorongan untuk menjadi kampus percontohan pengelolaan sampah di Kalimantan.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan dorongan itu saat menghadiri World Cleanup Day di ULM Banjarmasin, Selasa (18/8/2026).

Menurut Hanif, ULM punya modal kuat untuk membangun sistem pengelolaan sampah secara mandiri. Bahkan, ia melihat kampus memiliki peluang mencapai pengelolaan sampah hingga 100 persen.

“ULM punya modal yang sangat besar untuk menjadi kampus percontohan pengelolaan sampah,” ujar Hanif.

Karena itu, Hanif meminta seluruh sivitas akademika ikut bergerak. Mahasiswa juga dapat mengambil peran melalui organisasi kampus, unit kegiatan mahasiswa, hingga KKN tematik.

Hanif menilai persoalan sampah tidak cukup selesai melalui kegiatan bersih-bersih. Sebaliknya, kampus perlu membangun sistem yang mampu mengurangi sampah sejak dari sumbernya.

Selain itu, pengelolaan sampah membutuhkan perubahan kebiasaan. Karena itu, kampus dapat menjadi tempat untuk mengenalkan cara mengelola sampah secara konsisten.

“Kalau seluruh civitas akademika bergerak bersama, saya yakin sistem pengelolaan sampah bisa dibangun secara mandiri,” katanya.

Menurut Hanif, ULM punya banyak ruang untuk mengembangkan gerakan tersebut. Pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga kegiatan mahasiswa dapat ikut mendukung pengelolaan sampah.

Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya belajar soal lingkungan di ruang kelas. Mereka juga dapat membawa kebiasaan tersebut ketika kembali ke masyarakat.

Hanif berharap ULM nantinya menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain. Selain di Kalimantan Selatan, model pengelolaan sampah ULM juga dapat berkembang ke daerah lain.

Selain ULM, Hanif juga mendorong Banjarmasin menjadi barometer pengelolaan sampah di Kalimantan.

Menurutnya, karakter Banjarmasin membuat persoalan sampah membutuhkan perhatian khusus. Aktivitas masyarakat yang dekat dengan sungai juga menuntut pengelolaan sampah yang lebih serius.

Baca juga  Ahli Waris Ketua RT dan Pekerja Rentan di Banjarbaru Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan

Karena itu, pemerintah, kampus, mahasiswa, dan masyarakat perlu bergerak bersama. Kolaborasi tersebut harus menghasilkan sistem pengelolaan sampah yang berjalan setiap hari.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net