fokus6.net, KABUPATEN BANJAR – Luas lahan terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar mencapai 403,558 hektare hingga Agustus 2026.

Angka tersebut menempatkan Kabupaten Banjar sebagai daerah dengan luasan karhutla terbesar ketiga di Kalimantan Selatan.

Karhutla masih muncul di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar. Namun, sebagian besar lahan yang terbakar merupakan lahan mati atau tidak produktif.

Kepala Pelaksana BPBD Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan kondisi tersebut ikut memengaruhi luasan karhutla.

“Mayoritas lahan yang terbakar merupakan lahan mati atau tidak produktif. Luas wilayah Kabupaten Banjar juga cukup besar sehingga berpengaruh terhadap luasan karhutla,” kata Wasis.

Selain itu, BPBD Kabupaten Banjar mencatat sekitar 96 titik panas. Titik tersebut tersebar di 50 desa dan 12 kecamatan.

Karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat pemantauan. Petugas juga bergerak saat menemukan titik kebakaran di lapangan.

Pemkab Banjar sebelumnya menetapkan status siaga darurat karhutla. Status tersebut berlaku sejak 15 Juli hingga 30 September 2026.

Selanjutnya, BPBD Kabupaten Banjar mendirikan sejumlah posko untuk mempercepat penanganan. Posko utama berada di Kantor BPBD Kabupaten Banjar.

Sementara itu, posko lapangan berada di Kecamatan Martapura Barat dan Beruntung Baru. Keberadaan posko membantu petugas memantau kondisi wilayah yang rawan kebakaran.

Di lapangan, petugas berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait. Mereka memantau titik panas sekaligus menangani kebakaran yang muncul di sejumlah lokasi.

Kondisi kemarau juga membuat risiko kebakaran semakin tinggi. Karena itu, pemerintah daerah meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Pemkab Banjar juga mengingatkan warga agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Langkah tersebut penting untuk mencegah munculnya titik api baru.

Penulis/Reporter: Sairi

Baca juga  Kabupaten Banjar Tambah Penerima BPJS Kesehatan Gratis, Banjarmasin Justru Coret 67 Ribu Peserta