Dinkes Banjar Temukan 4.920 Kasus ISPA, Balita Jadi Kelompok Paling Rentan
fokus6.net, KABUPATEN BANJAR – Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mencatat 4.920 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga awal Agustus 2026. Angka tersebut muncul di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai menyelimuti sejumlah wilayah.
Balita menjadi kelompok yang paling banyak mengalami ISPA. Sebab, kelompok usia tersebut memiliki daya tahan tubuh dan saluran pernapasan yang lebih rentan.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Nita Yuliana, mengatakan kabut asap memang meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Meski begitu, ia mengingatkan masyarakat bahwa asap bukan satu-satunya penyebab ISPA.
“Kabut asap memang menjadi salah satu faktor yang dapat memperburuk risiko ISPA. Namun, perilaku hidup bersih dan sehat juga sangat berpengaruh dalam mencegah munculnya penyakit ini,” ujar Nita Yuliana.
Karena itu, Dinas Kesehatan terus memperkuat langkah pencegahan. Salah satunya dengan menyalurkan masker ke sejumlah puskesmas di Kabupaten Banjar.
Selain membagikan masker, petugas juga mengedukasi masyarakat mengenai bahaya kabut asap. Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran warga agar lebih peduli terhadap kesehatan.
Nita mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap semakin pekat. Selain itu, ia meminta warga selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
“Kami mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala ISPA,” katanya.
Di sisi lain, Dinkes Banjar juga mengajak masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat setiap hari. Dengan begitu, risiko gangguan saluran pernapasan dapat ditekan meski kualitas udara menurun.
Penulis/Reporter: Sairi

Tinggalkan Balasan