fokus6.net, KABUPATEN BANJAR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar terus meluas selama musim kemarau.

Hingga akhir Juli 2026, luas lahan yang terbakar telah mencapai 184 hektare, sehingga Pemerintah Kabupaten Banjar masih menetapkan status siaga karhutla hingga 30 September 2026.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar mencatat kebakaran terjadi di sejumlah wilayah dengan mayoritas lahan yang terbakar berupa semak belukar.

Meski demikian, beberapa titik api juga terpantau berada di dekat permukiman warga sehingga memerlukan penanganan cepat.

Selain itu, BPBD mencatat terdapat 42 titik panas yang tersebar di 14 kecamatan dan 42 desa. Kondisi tersebut menjadi dasar pemerintah daerah memperpanjang upaya siaga dan penanganan karhutla selama musim kemarau.

Kepala BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan proses pemadaman di lapangan tidak selalu berjalan mudah. Petugas kerap menghadapi medan yang sulit, sehingga upaya pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.

“Kendala utama kami adalah lokasi kebakaran yang sulit terjangkau melalui jalur darat. Karena itu, penanganan di lapangan membutuhkan waktu dan personel yang lebih banyak,” ujar Wasis Nugraha.

Di tengah meningkatnya kejadian karhutla, BPBD Kabupaten Banjar juga terus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di sejumlah desa yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau.

Penulis/Reporter: Sairi

Baca juga  Pesawat Angkut BBM Jatuh di Kalimantan, Satu Korban Tewas