Pemprov Kalsel Tanam 17 Ribu Mangrove dengan Hybrid Engineering untuk Cegah Abrasi
fokus6.net, TANAH LAUT – Pemprov Kalsel terus memperkuat upaya perlindungan kawasan pesisir dari ancaman abrasi.
Salah satunya melalui penanaman ribuan mangrove dengan metode hybrid engineering di Desa Pagatan Besar, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut.
Kegiatan yang Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Selatan gagas itu bertepatan Hari Mangrove Sedunia.
Penanaman menggunakan metode hybrid engineering, yakni teknik rehabilitasi pesisir yang memadukan penanaman mangrove dengan pembangunan struktur pelindung untuk meredam hempasan gelombang.
Metode tersebut mampu meningkatkan tingkat keberhasilan pertumbuhan mangrove karena bibit terlindungi dari gelombang dan arus laut yang kuat.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusdi Hartono, mengatakan hingga saat ini sekitar 17 ribu batang mangrove telah tersebar di kawasan pesisir Desa Pagatan Besar.
“Melalui metode hybrid engineering, kami berharap tingkat keberhasilan tumbuh mangrove lebih tinggi. Penanaman ini menjadi bagian dari upaya mengurangi abrasi sekaligus memulihkan ekosistem pesisir,” ujar Rusdi Hartono.
Selain melindungi garis pantai dari abrasi, keberadaan hutan mangrove juga mampu menjaga habitat berbagai biota pesisir. Di sisi lain, Pemprov Kalsel juga berharap bisa mendukung sumber penghidupan masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan dan kawasan pantai.
Penulis/Reporter: Ahmad Fauzie

Tinggalkan Balasan