GM PLN Kalselteng Minta Doa Guru Adam Agar Pemadaman Listrik Banjarmasin Segera Berakhir
fokus6.net, BANJARBARU – Pemadaman listrik di Banjarmasin kembali menjadi perhatian masyarakat. Selain itu, percakapan antara Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, dan GM PLN UID Kalselteng, Iwan, ikut menjadi sorotan setelah diunggah ke media sosial.
Hj. Ananda menghubungi Iwan melalui WhatsApp untuk menanyakan penyebab serta perkiraan berakhirnya pemadaman bergilir. Selanjutnya, ia membagikan tangkapan layar percakapan tersebut melalui akun Instagram pribadinya, @hj.ananda, pada Minggu (26/7/2026).
“Pak, izin nanya, pemadaman bergilir di Kota Banjarmasin kira-kira sampai kapan ya Pak? Dan penyebabnya apa ya Pak?” tanya Hj. Ananda.
Menanggapi pertanyaan itu, Iwan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kalimantan Selatan. Menurutnya, pemadaman terjadi karena PLN melakukan pemeliharaan salah satu pembangkit PLTGU.
“Pertama kami mohon maaf atas kondisi Kalsel saat ini terkait kelistrikan. Untuk pemadaman di Kalsel, akibat pemeliharaan salah satu pembangkit PLTGU, untuk menghindari padam meluas, perlu pola padam bergilir,” jelas Iwan.
Selain itu, Iwan berharap proses pemeliharaan segera selesai sehingga pasokan listrik kembali normal.
Pernyataan lain yang menarik perhatian warganet muncul saat Iwan meminta doa kepada Guru Adam. Menurutnya, doa tersebut diharapkan dapat mengiringi upaya percepatan pemulihan sistem kelistrikan.
“Saya juga mohon doa Guru Adam untuk pemadaman ini segera berakhir,” tulisnya.
GM PLN Minta Hemat Listrik
Di sisi lain, Iwan mengajak masyarakat membantu mengurangi beban listrik. Karena itu, PLN mengimbau pelanggan mengurangi penggunaan listrik sekitar 40 persen selama masa pemeliharaan.
“Rencana PLN supaya tidak banyak pemadaman, kami memohon kepada masyarakat pelanggan untuk mengurangi penggunaan sebesar 40 persen, jadi yang menyala hanya freezer sebagai contoh,” katanya.
Selain mengeluarkan imbauan, PLN juga memantau penggunaan listrik melalui gardu di sejumlah lokasi. Dengan demikian, perusahaan dapat mengendalikan beban sistem selama proses pemeliharaan berlangsung.
PLN juga mengerahkan genset dan UPS ke sejumlah tempat ibadah. Selanjutnya, petugas membagikan lampu darurat sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat.
“Saat ini kita juga sudah menggerakkan genset dan UPS di tempat-tempat ibadah, dan membagikan lampu emergency,” ujar Iwan.
Menutup keterangannya, Iwan mengajak seluruh masyarakat Banua tetap bersatu menghadapi kondisi kelistrikan yang belum stabil.
“Kita semua Banua harus bersatu, itu pesan Guru kita Guru Adam,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan