fokus6.net, HULU SUNGAI TENGAH — Sultan Haji Pangeran Khairul Saleh Al-Mu’tashim Billah meresmikan Rumah Adat Banjar “Tangga Karamat 159” di Desa Birayang, Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan. Uniknya, bangunan ini bukan sebatas simbol budaya, melainkan juga berfungsi sebagai pusat pelayanan.

Dalam sambutannya, Sultan Banjar menegaskan bahwa rumah adat ini memiliki nilai tambah yang sangat nyata bagi masyarakat karena mengawinkan misi pelestarian identitas daerah dengan aksi kemanusiaan.

“Bagi Kesultanan Banjar, sebuah rumah adat bukan sekadar bangunan fisik. Ia adalah lambang jati diri, tempat budaya. Lalu, nilai-nilai kemanusiaan bertahan dari generasi ke generasi,” ujar Pangeran Khairul Saleh, Selasa (30/6).

Kesultanan Banjar memberikan apresiasi tinggi kepada Sayyid Muhammad Ibrahim, atau yang akrab Kai Ahim, selaku pengelola tempat tersebut. Langkah Kai Ahim sebagai bentuk pengabdian nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan kesembuhan.

Mantan Bupati Banjar dua periode yang kini duduk di DPR RI tersebut juga mengingatkan agar masyarakat tetap menyandarkan kesembuhan kepada Sang Pencipta, mengingat seluruh metode pengobatan merupakan bentuk ikhtiar manusia.

Rumah Adat Jaga Budaya Lokal

Sementara itu, Kai Ahim menjelaskan bahwa arsitektur rumah adat sengaja mereka pilih untuk menjaga kelestarian budaya lokal. Hal itu beriringan dengan pengenalan ramuan tradisional Minyak Waras Borneo. Ia menegaskan pusat pengobatan ini terbuka untuk segala jenis penyakit, baik medis maupun non-medis, dengan sistem biaya sukarela.

“Untuk masyarakat yang ingin berobat, kami selalu terbuka dan biaya tidak memberatkan, sukarela,” tutur Kai Ahim.

Selain menyoroti fungsi baru rumah adat, momentum ini juga Sultan Banjar manfaatkan untuk menyuarakan pesan perdamaian antarsuku di Kalimantan, khususnya antara masyarakat Banjar dan Dayak.

Baca juga  Kapolda Kalsel Resmikan Pos Patroli Perairan di Danau Bangkau

Ia mengajak masyarakat memegang teguh semboyan “Baiman, Bauntung, Batuah” (beriman, bermanfaat, dan membawa keberkahan).

Hadir dalam peresmian itu Wakil Bupati HST H. Gusti Rosyadi Elmi, Dandim 1002/HST Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar, serta jajaran alim ulama dan tokoh adat.

Kemeriahan acara berakhir dengan rangkaian prosesi sakral serta pertunjukan seni tradisional. Mulai dari Musik Banjar, pencak silat Kuntaw, Baledang, hingga Tarian Adat Dayak.

Editor: Mada Al Madani