fokus6.net, BANJARBARU — Dinas Perhubungan Banjarbaru menyiapkan rekayasa lalu lintas menjelang pelaksanaan proyek pelebaran Jembatan Cambai di Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka.

Sebagai langkah awal, Dinas Perhubungan bersama Satlantas Polres Banjarbaru, Polsek Cempaka, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, dan pihak pelaksana proyek melakukan survei lapangan pada Selasa (2/6/2026).

Melalui survei tersebut, tim gabungan memetakan potensi kendala yang dapat muncul selama proses pembangunan berlangsung. Selain itu, mereka juga mengevaluasi kebutuhan sarana pendukung untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan kelancaran arus lalu lintas.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Jalan Dinas Perhubungan Banjarbaru, Adi Royan Pratama, mengatakan hasil survei menunjukkan perlunya penambahan rambu lalu lintas dan papan informasi di sejumlah titik strategis.

“Hasil survei menunjukkan perlunya penambahan rambu-rambu dan papan informasi terkait rekayasa lalu lintas. Ukurannya juga perlu kita perbesar agar lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan angkutan barang,” ujarnya.

Selain itu, Dinas Perhubungan memberi perhatian khusus terhadap kendaraan bertonase besar. Karena itu, pihaknya mengusulkan pembatasan jam operasional bagi kendaraan angkutan barang dengan sumbu tiga ke atas selama proyek berlangsung.

Menurut Adi, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan terkait penerapan kebijakan tersebut. Nantinya, kendaraan berat hanya boleh melintas pada malam hingga pagi hari, yakni mulai pukul 18.00 hingga 06.00 Wita.

“Kami berharap pembatasan ini dapat membantu kelancaran pekerjaan di lapangan sehingga proses pembangunan tidak mengalami hambatan yang dapat memperpanjang waktu pelaksanaan,” katanya.

Dishub Banjarbaru Alihkan Kendaraan ke Jalur Alternatif

Sementara itu, pemerintah telah menyiapkan jembatan alternatif untuk menjaga konektivitas masyarakat selama akses utama dalam perbaikan. Namun, Dinas Perhubungan meminta seluruh pengemudi mematuhi batas muatan yang telah berlaku.

Baca juga  Expo Job Fair Harjad ke-27 Banjarbaru Diserbu Pelamar, Siapkan Ribuan Lowongan Kerja

Meski jembatan darurat memiliki kapasitas maksimal 10 ton, pihaknya menyarankan kendaraan yang melintas tidak melebihi delapan ton. Langkah tersebut bertujuan menjaga kondisi jembatan sementara agar tetap aman selama masa konstruksi.

“Kami tidak ingin jembatan sementara mengalami kerusakan akibat beban berlebih. Jika sampai rusak, maka pekerjaan bisa terganggu dan harus menyusun ulang rekayasa lalu lintas,” jelas Adi.

Selain membatasi tonase, Dinas Perhubungan Banjarbaru juga menyiapkan jalur alternatif bagi kendaraan angkutan barang. Kendaraan dari arah Tanah Laut, Kotabaru, dan Batulicin akan petugas arahkan menuju Simpang Bati-Bati. Lalu, melanjutkan perjalanan ke arah Liang Anggang.

Di sisi lain, petugas alihkan kendaraan dari wilayah Hulu Sungai yang masuk melalui Simpang Empat Banjarbaru akan menuju Jalan Trikora.

Dengan pengaturan tersebut, pemerintah berharap bisa meminimalisir kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi proyek.

Karena itu, Dinas Perhubungan Banjarbaru mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi rambu-rambu, papan informasi, dan petunjuk petugas di lapangan selama proyek pelebaran Jembatan Cambai berlangsung.

“Kami mengimbau masyarakat dan pengemudi angkutan barang untuk mengikuti pengaturan lalu lintas yang berlaku demi keselamatan bersama dan kelancaran pembangunan Jembatan Cambai,” pungkasnya.

Penulis/Reporter: Rofhal