fokus6.net, BANJARBARU — Warga Kelurahan Sungai Ulin, Kota Banjarbaru, membongkar sebuah pondokan yang pernah ditempati dua pelaku pembunuhan Ustadzah Hasanah Sodikin. Warga mengambil langkah itu untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Pondokan tersebut berada tidak jauh dari lokasi pembunuhan yang sempat menghebohkan masyarakat Banjarbaru. Warga mengaku khawatir karena masih ada beberapa penghuni yang tinggal di bangunan tersebut setelah kasus pembunuhan terungkap.

Ketua RW 05 Sungai Ulin, Satino, mengatakan warga sebelumnya telah meminta para penghuni melengkapi dokumen identitas dan melapor kepada ketua RT maupun RW.

Namun, imbauan tersebut tidak mendapat respons yang jelas dari para penghuni.

“Kami sudah menyarankan agar mereka mengurus identitas dan melapor jika ingin tinggal di wilayah ini. Karena tidak ada kejelasan, masyarakat khawatir dan akhirnya mengambil langkah untuk membongkar pondokan tersebut,” ujar Satino, Senin (8/6/2026).

Warga membongkar bangunan sederhana dua lantai itu secara gotong royong. Bangunan tersebut sebelumnya digunakan sebagai tempat tinggal sejumlah pendatang.

Menurut warga, pondokan itu tidak memiliki sambungan listrik permanen. Penghuni hanya menggunakan lampu darurat untuk penerangan sehari-hari.

Satino juga mengaku warga kesulitan mencari pihak yang bertanggung jawab atas lahan tersebut. Hingga kini, warga belum dapat berkomunikasi langsung dengan pengelola lahan.

“Pengelola sebelumnya sudah meninggal dunia. Informasinya sekarang Haji Suhaimi yang kelola, tetapi sampai sekarang kami belum sempat bertemu langsung untuk membicarakan persoalan ini,” katanya.

Ia menegaskan warga membongkar pondokan berdasarkan kesepakatan bersama. Warga ingin menciptakan rasa aman dan mencegah munculnya persoalan serupa di kemudian hari.

“Kami hanya ingin lingkungan tetap aman dan kejadian seperti ini tidak terulang lagi di kemudian hari,” tegasnya.

Sebelumnya, aparat kepolisian menangkap dua terduga pelaku pembunuhan Ustadzah Hasanah Sodikin dan Firman di pondokan tersebut. Polisi melakukan penangkapan setelah melakukan pengejaran pascakejadian pada awal Mei 2026.

Baca juga  Modus Penipuan Catut Nama Pegawai dan Kasi Pidsus Kejari Batola, Masyarakat Diminta Waspada

Penulis/Reporter: Rofhal