fokus6.net, BANJARBARU — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Banjarbaru menekankan aspek keselamatan menjelang pelaksanaan proyek pelebaran Jembatan Cambai di Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka.

Satlantas bersama Dinas Perhubungan, pemerintah daerah, dan pelaksana proyek telah berkoordinasi untuk memastikan pekerjaan berjalan lancar tanpa mengganggu keselamatan pengguna jalan.

Kanit Kamsel Satlantas Polres Banjarbaru, Ipda M. Ayatullah, mengatakan pengaturan kendaraan bertonase besar menjadi salah satu perhatian utama selama proyek berlangsung.

Menurutnya, kendaraan bermuatan besar sebaiknya tidak melintasi area pekerjaan. Karena itu, petugas akan mengalihkan arus kendaraan berat sejak kawasan Bati-Bati menuju Liang Anggang.

“Dari sisi keselamatan, kami berharap kendaraan bertonase besar tidak melintasi area pekerjaan. Karena itu sejak dari Bati-Bati akan dilakukan pengalihan arus menuju Liang Anggang,” ujarnya.

Pelebaran Jembatan Cambai, Kendaraan Berat Petugas Alihkan ke Alternatif

Selain itu, kendaraan dengan muatan di atas 10 ton akan menggunakan jalur alternatif. Langkah tersebut bertujuan mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus mendukung kelancaran pekerjaan konstruksi.

Di sisi lain, Satlantas juga meminta pelaksana proyek menambah rambu lalu lintas dan papan petunjuk arah di sejumlah titik strategis. Dengan begitu, pengendara dapat mengetahui perubahan jalur dan kondisi lalu lintas lebih awal.

“Kami meminta rambu-rambu diperjelas dan ditempatkan pada titik-titik strategis sehingga pengguna jalan bisa mengetahui petunjuk arah dengan baik,” katanya.

Tak hanya itu, Satlantas turut merekomendasikan pemasangan lampu peringatan atau warning light sebelum memasuki kawasan proyek. Lampu tersebut penting untuk meningkatkan kewaspadaan pengendara dan mendorong mereka mengurangi kecepatan saat mendekati lokasi pekerjaan.

Ayatullah menjelaskan, kawasan Jembatan Cambai selama ini termasuk titik rawan kecelakaan lalu lintas di Kota Banjarbaru. Kondisi jalan yang menurun dan menikung sering memengaruhi keselamatan pengguna jalan.

Baca juga  Universitas Lambung Mangkurat Hadir di Balangan, Akses Kuliah Lebih Dekat dan Murah

Selain itu, keberadaan titik blind spot membuat pandangan pengendara dari arah berlawanan menjadi terbatas.

“Di lokasi ini terdapat kombinasi turunan dan tikungan yang cukup tajam. Tambahan adanya blind spot, sehingga pengendara dari arah berlawanan terkadang tidak terlihat dengan jelas saat memasuki area jembatan,” jelasnya.

Karena itu, Satlantas mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh rambu dan rekayasa lalu lintas yang berlaku selama proyek berlangsung.

Sementara itu, proyek pelebaran Jembatan Cambai targetnya selesai pada September 2026. Melalui proyek tersebut, pemerintah berharap kapasitas jalan meningkat, arus lalu lintas semakin lancar, dan menekan angka kecelakaan di kawasan tersebut.

Penulis/Reporter: Rofhal