fokus6.net, BANJARBARU — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera melaksanakan proyek pelebaran Jembatan Cambai di Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru.

Proyek tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas jembatan sekaligus memperkuat aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Karena itu, pemerintah akan menutup sementara akses utama Jembatan Cambai selama pekerjaan berlangsung.

Sebagai solusi, Dinas PUPR Kalsel telah menyiapkan jembatan darurat yang dapat digunakan masyarakat. Namun, jembatan sementara tersebut hanya dapat dilalui kendaraan dengan tonase maksimal sekitar 10 ton.

Kepala Seksi Pembinaan Teknis Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kalimantan Selatan, Misna Uttri Wiharti, mengatakan pelebaran pihaknya lakukan sebab kapasitas jembatan saat ini sudah tidak mampu mengakomodasi pertumbuhan lalu lintas di kawasan tersebut.

“Pelebaran ini bertujuan meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Karena kapasitas jembatan akan menjadi lebih besar dari kondisi saat ini,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Menurut Misna, lebar Jembatan Cambai yang saat ini sekitar 5,5 meter akan PUPR perluas menjadi sekitar 7 meter. Selain itu, pemerintah juga akan menambah konstruksi box beton pada sisi jembatan sehingga total lebar bangunan mencapai sekitar 7,6 meter.

Pelebaran Jembatan Cambai Targetnya Rampung September 2026

Sementara itu, pekerjaan konstruksi targetnya rampung pada awal September 2026. Sebelum proyek berjalan, Dinas PUPR Kalsel telah berkoordinasi dengan kepolisian, Dinas Perhubungan, dan pemerintah kecamatan untuk mengatur rekayasa lalu lintas serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Di sisi lain, rencana pelebaran tersebut mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Salah seorang warga, Husna, menilai kondisi Jembatan Cambai memang sudah tidak ideal karena relatif sempit dan memiliki keterbatasan jarak pandang bagi pengendara dari dua arah.

Baca juga  Pria di Banjarbaru Diciduk Polisi Usai Tipu Toko Sembako

“Sering terjadi kondisi yang berisiko karena kendaraan dari arah berlawanan sama-sama berada di atas jembatan, sehingga pandangan pengendara menjadi terbatas,” katanya.

Selain mendukung peningkatan kapasitas jalan, warga juga berharap proyek tersebut mampu mengatasi persoalan drainase yang selama ini kerap menimbulkan genangan saat hujan deras.

Menurut Husna, saluran air di bawah jembatan belum mampu menampung debit air yang tinggi. Akibatnya, aliran air sering tersendat dan memicu genangan di sejumlah titik sekitar kawasan tersebut.

“Kalau hujan, air sering meluap karena salurannya kecil. Akibatnya aliran air tidak lancar dan beberapa titik di sekitar sini bisa tergenang,” ujarnya.

Karena itu, masyarakat berharap pelebaran Jembatan Cambai tidak hanya meningkatkan keselamatan lalu lintas. Namun, proyek tersebut juga dapat memperbaiki sistem drainase sehingga mampu mengurangi risiko genangan maupun banjir di kawasan Cempaka.

Melalui proyek ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap infrastruktur transportasi di Kecamatan Cempaka semakin memadai. Selain itu, peningkatan kapasitas jembatan juga harapannya dapat mendukung aktivitas masyarakat dan memperlancar mobilitas dalam jangka panjang.

Penulis/Reporter: Rofhal