fokus6.net, BANJARBARU — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kalsel mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino tahun 2026. Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai sarana pendukung untuk menjaga sektor pertanian dan ketahanan pangan tetap aman.

Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, mengatakan pihaknya telah menerima peringatan terkait kemungkinan musim kemarau yang lebih panjang dan ekstrem ketimbang tahun sebelumnya. Karena itu, seluruh jajaran pertanian mesti meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.

“Ini bukan lagi sekadar pancaroba, tetapi El Nino yang cukup ekstrem. Artinya musim kemarau nanti bisa berlangsung lebih panjang dan lebih tajam,” ujarnya.

Selain memperkuat koordinasi, DPKP Kalsel juga menginstruksikan dinas pertanian kabupaten dan kota, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), penyuluh lapangan, hingga kelompok tani untuk mempercepat langkah mitigasi di lapangan.

Menurut Syamsir, pemerintah daerah kini mulai menyiapkan embung, pompa air, dan sumur bor guna membantu kebutuhan air pertanian saat musim kering berlangsung.

“Kami sudah mengimbau seluruh pihak terkait untuk melakukan antisipasi. Pompa, embung, dan sumur bor sudah dipersiapkan untuk membantu petani saat musim kemarau,” katanya.

DPKP Kalsel Minta Jangan Bakar Lahan

Sementara itu, para petani di Kalimantan Selatan juga lebih dulu mempercepat masa tanam. Langkah tersebut agar sebagian besar tanaman dapat panen sebelum puncak kemarau terjadi pada pertengahan tahun.

“Petani kita sudah lebih dulu menanam. Jadi ketika nanti memasuki Juni, Juli hingga Agustus yang bakal menjadi puncak musim kering, sebagian besar tanaman sudah panen,” jelasnya.

Selain sektor pertanian, pemerintah daerah juga mulai memperkuat antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karena itu, DPKP Kalsel mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Baca juga  Unjuk Rasa Sengketa Lahan Sidomulyo Banjarbaru, DPRD Kalsel Janji Panggil BPN hingga Pengadilan

Syamsir menegaskan Gubernur Kalimantan Selatan telah meminta pembukaan lahan menggunakan alat dan mesin pertanian yang lebih aman dan ramah lingkungan.

“Pembukaan lahan harus menggunakan alat dan mesin pertanian, tidak boleh dengan cara konvensional. Peralatan antisipasi kebakaran juga sudah kami siapkan,” tegasnya.

Meski menghadapi ancaman El Nino, DPKP Kalsel memastikan stok pangan daerah masih aman bahkan surplus. Saat ini, produksi pangan Kalimantan Selatan mencapai sekitar 1,176 juta ton per tahun, sedangkan kebutuhan masyarakat hanya sekitar 600 ribu ton.

“Artinya stok pangan kita masih sangat aman dan surplus,” ucap Syamsir.

Ia menambahkan surplus pangan Kalimantan Selatan saat ini menjadi yang tertinggi di Pulau Kalimantan. Karena itu, Kalsel juga targetnya bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan sejumlah provinsi lain di wilayah Kalimantan.

“Sebagian surplus pangan kita nantinya juga akan membantu kebutuhan provinsi lain di Kalimantan,” pungkasnya.

Penulis/Reporter: Rofhal