fokus6.net, TANAH LAUT — Jembatan ulin di Desa Tabanio, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, akhirnya akan berganti menjadi jembatan permanen setelah berdiri sejak 1970-an.

Pemerintah Kabupaten Tanah Laut mulai membangun jembatan baru untuk memperkuat akses masyarakat pesisir. Selain itu, proyek tersebut masuk dalam program Jembatan Merah Putih Presisi yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

Bupati Tanah Laut, Rahmat Trianto, bersama Kapolda Kalimantan Selatan, Rosyanto Yudha Hermawan, melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan pada Selasa, 26 Mei 2026.

Selain itu, pengerjaan jembatan juga melibatkan personel TNI dan Polri. Pemerintah daerah berharap kolaborasi tersebut dapat mempercepat pembangunan.

Rahmat Trianto mengatakan jembatan baru sangat penting karena ribuan warga selama ini masih bergantung pada jembatan kayu yang sudah tua.

“Jembatan ulin ini menjadi akses utama masyarakat Desa Tabanio. Karena itu, kami ingin menghadirkan jembatan yang aman dan lebih layak untuk masyarakat,” ujar Rahmat Trianto.

Jembatan permanen tersebut memiliki panjang 75 meter dan lebar lima meter. Infrastruktur itu nantinya melayani mobilitas sekitar 5.000 warga di kawasan pesisir Desa Tabanio.

Sementara itu, Kapolda Kalsel Rosyanto Yudha Hermawan menegaskan dukungan Polri terhadap pembangunan infrastruktur yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Kami mendukung penuh pembangunan ini. Selain memperkuat akses warga, jembatan ini juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir,” kata Rosyanto Yudha Hermawan.

Selain menyiapkan tenaga gabungan, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut juga mengalokasikan anggaran. Nilainya sebesar Rp7,6 miliar dari APBD 2026 untuk membiayai pembangunan jembatan permanen tersebut.

Karena itu, warga berharap pembangunan segera rampung agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan transportasi di Desa Tabanio berjalan lebih lancar.

Penulis/Reporter: Basuki Rahmat

Baca juga  Salurkan Lebih dari 77 Ribu Porsi Makanan, Dapur Umum Dinsos Tanah Laut Ditutup