fokus6.net, KABUPATEN BANJAR — Kepolisian memastikan kabar dugaan pembegalan di Jalan Kertak Baru, Desa Teluk Selong Ulu, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, tidak benar.

Plt Kasi Humas Polres Banjar, Iptu Rifani, mengatakan polisi tidak menerima laporan korban begal dari wilayah tersebut.

Polisi kemudian menelusuri informasi yang sempat meresahkan warga itu. Hasil klarifikasi mengungkap cerita tersebut berasal dari seorang pedagang sayur berinisial MT.

MT sebelumnya mengaku menjadi korban begal kepada rekannya. Cerita itu kemudian menyebar luas di tengah masyarakat.

“Dia membuat cerita ke temannya bahwa dirinya dibegal, lalu informasi itu menyebar ke mana-mana,” ujar Rifani, Senin (18/5/2026).

Polisi telah memeriksa MT. Dalam pemeriksaan itu, MT mengakui bawha ia tidak mengalami pembegalan.

Menurut Rifani, MT mengarang cerita karena takut mengaku kepada istrinya setelah kehilangan uang sebesar Rp1,5 juta.

“Menurut pengakuannya, uang itu tercecer. Dia takut memberi tahu istrinya sehingga membuat cerita korban begal,” jelasnya.

Rifani berharap klarifikasi tersebut bisa menjawab keresahan warga yang sempat khawatir dengan isu begal di kawasan Martapura Barat.

Ia juga meminta masyarakat lebih bijak menerima informasi yang beredar, terutama di media sosial dan grup percakapan.

“Kami mengimbau masyarakat tidak langsung percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Baca juga  KPK OTT Pejabat Pajak di KPP Madya Banjarmasin, Diduga Terkait Kasus Restitusi Pajak