Donald Trump Serang New York Times Soal Klaim Kemenangan Iran
fokus6.net, JAKARTA — Donald Trump kembali berseteru dengan media arus utama. Kali ini, ia meluapkan kritik keras kepada The New York Times terkait laporan yang menyebut Iran meraih kemenangan strategis.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa Iran justru mengalami kehancuran secara militer. Ia menilai narasi kemenangan Iran sebagai informasi yang menyesatkan publik.
“Bagi mereka yang masih membaca The Failing New York Times, Anda akan mengira Iran menang. Itu tidak benar, dan itu berita palsu,” tulis Trump.
Ia juga menuntut permintaan maaf dari media tersebut. Menurutnya, laporan itu merugikan dirinya, para pendukungnya, serta negara.
Dipicu Analisis Kemenangan Iran
Pernyataan Trump itu merespon laporan New York Times yang menilai Teheran berhasil meraih keuntungan strategis dari konflik dengan koalisi AS dan Israel.
Salah satu artikel yang menjadi sorotan berjudul Iran’s Battered Leaders Emerge From War Confident – and With New Cards yang terbit pada 9 April 2026.
Laporan itu menyebutkan bahwa kemampuan Iran bertahan dari serangan besar merupakan bentuk kemenangan tersendiri.
Pandangan serupa juga datang dari sejumlah analis kebijakan luar negeri. Dalam program The Ezra Klein Show, Suzanne Maloney menyebut Amerika Serikat berada di ambang kerugian strategis.
Selain itu, Daniel Byman dari Pusat Studi Strategis dan Internasional menilai strategi Iran efektif.
Menurutnya, kemampuan Iran bertahan sambil menimbulkan dampak ekonomi global menjadi faktor penting dalam konflik tersebut.
“Strategi bertahan Iran mampu menciptakan kerugian strategis bagi Washington,” tulisnya.
Perang Donald Trump dengan Media Berlanjut
Perselisihan antara Trump dan media ini menambah panjang daftar konflik antara mantan presiden AS tersebut dengan pers nasional.
Perbedaan pandangan mengenai hasil konflik juga menunjukkan adanya perang narasi, antara klaim kemenangan militer dan analisis dampak strategis jangka panjang.
Hingga kini, polemik tersebut masih terus berkembang seiring munculnya berbagai analisis dari kalangan pengamat internasional.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net


Tinggalkan Balasan