fokus6.net, TAPIN — Kebakaran Tapin menghanguskan empat bangunan di Jalan A Yani, Kelurahan Kupang RT 03 RW 01, Kecamatan Tapin Utara, Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 02.00 Wita. Satu korban jiwa, seorang lansia bernama Nenek Acut, ditemukan meninggal di dalam rumah setelah api padam.

Kepala Pelaksana BPBD Tapin, Muhammad Nor, menjelaskan tim langsung bergerak ke lokasi begitu laporan masuk.

“Begitu menerima informasi, Tim TRC, Satgas dan Operator Pusdalops-PB BPBD Tapin langsung bergerak ke lokasi untuk membantu proses pemadaman bersama unsur terkait,” ujarnya.

Api membesar dengan cepat karena sebagian besar bangunan terbuat dari kayu. Satu rumah mengalami kerusakan 92 persen, tiga rumah sewa hangus 100 persen, dan satu kamar mandi rusak 30 persen.

Tiga kepala keluarga terdampak kebakaran Tapin ini — Tajlian Nor (4 jiwa), Misran (3 jiwa), dan Muhammad Suriyansah (3 jiwa). Nenek Acut merupakan orang tua Misran yang tidak sempat keluar saat api berkobar.

“Korban luka tidak ada, namun terdapat satu korban jiwa atas nama Nini Acut,” jelas Muhammad Nor.

@fokus6kalsel

Kasat Pol PP dan Damkar Tapin, Mudo Harjuno, mengungkapkan sempat terjadi miskomunikasi saat evakuasi berlangsung. Petugas awalnya mengira Nenek Acut sudah keluar dari rumah. “Awalnya sempat terdengar informasi bahwa relawan sudah mengevakuasi yang bersangkutan. Namun setelah pemadaman selesai, korban masih berada di dalam rumah dan meninggal dunia,” ungkap Mudo. Informasi menarik lainnya ketuk link di bio atau ikuti saluran WhatsApp Fokus6 untuk berita terkini. #kebakaran #tapin #damkar

♬ suara asli – Fokus6Kalsel – Fokus6Kalsel

Korban Kebakaran Tapin Sempat Dikira Sudah Dievakuasi

Kasat Pol PP dan Damkar Tapin, Mudo Harjuno, mengungkapkan sempat terjadi miskomunikasi saat evakuasi berlangsung. Petugas awalnya mengira Nenek Acut sudah keluar dari rumah.

Baca juga  Panen Jagung Kuartal I Polda Kalsel Dipusatkan di Tanah Laut, Produksi Diperkirakan 7 Ton

“Awalnya sempat terdengar informasi bahwa relawan sudah mengevakuasi yang bersangkutan. Namun setelah pemadaman selesai, korban masih berada di dalam rumah dan meninggal dunia,” ungkap Mudo.

Kerugian akibat kebakaran Tapin ini mencapai sekitar Rp650 juta. Proses pemadaman melibatkan BPBD Tapin, TNI, Polri, Satpol PP dan Damkar, relawan BAPARA, BALAKAR, serta masyarakat setempat.

Hingga kini penyebab pasti kebakaran Tapin masih menunggu hasil penyelidikan Polres Tapin.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net