Banjir Masih Rendam 9 Desa di Kabupaten Banjar
fokus6.net, KABUPATEN BANJAR — Banjir masih rendam 9 desa di Kabupaten Banjar hingga Minggu (22/4/2026).
Luapan sungai yang sebelumnya merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar kini menyisakan genangan di bagian hilir, tepatnya di Kecamatan Cintapuri Darussalam.
Kepala Pelaksana BPBD Banjar, Wasis Nugraha, menyampaikan bahwa lambatnya penyusutan air di Cintapuri dipicu oleh beberapa kondisi alam yang terjadi secara bersamaan. Debit sungai di kawasan tersebut masih tinggi sehingga air melimpas ke daratan.
“Debit sungai di wilayah hilir masih tinggi dan curah hujan beberapa hari terakhir juga cukup intens,” ujar Wasis.
Ia menambahkan, tingginya intensitas hujan membuat volume air terus bertambah dan memperlambat proses surutnya genangan. Selain itu, fenomena pasang air laut atau banjir rob turut memperburuk situasi.
Menurutnya, kondisi rob menyebabkan aliran sungai menuju laut menjadi terhambat, bahkan sesekali terjadi aliran balik. Akibatnya, air tertahan lebih lama di kawasan permukiman warga.
“Saat terjadi rob, pembuangan air ke laut tidak lancar sehingga air sungai tertahan di darat,” jelasnya.
Meski demikian, BPBD memastikan bahwa kondisi banjir secara keseluruhan menunjukkan perkembangan positif. Genangan di dalam rumah warga sudah jauh berkurang ketimbang hari-hari sebelumnya.
Saat ini, genangan lebih banyak merendam ruas jalan dengan pola tidak merata. Beberapa titik masih tergenang karena posisi badan jalan lebih rendah ketimbang permukaan air sungai. Kedalaman air di jalan berkisar antara 10 hingga 20 sentimeter.
Berdasarkan laporan Pusdalops Banjar hingga pukul 09.00 Wita, sembilan desa yang masih terdampak di Kecamatan Cintapuri Darussalam meliputi Desa Benua Anyar, Garis Hanyar, Cintapuri, Alalak Padang, Makmur Karya, Sumber Sari, Simpang Lima, Karya Makmur, dan Sindang Jaya.
Banjir Sempat Rendam Kecamatan Lain
Sementara itu, 18 kecamatan lainnya di Kabupaten Banjar sudah terbebas dari genangan, termasuk sejumlah wilayah yang sebelumnya terdampak seperti Martapura, Gambut, Sungai Tabuk, dan Karang Intan.
BPBD Banjar terus melakukan pemantauan melalui Tim Reaksi Cepat dan Pusdalops, serta berkoordinasi dengan instansi terkait dan masyarakat setempat.
Pengawasan tinggi muka air sungai juga BPBD Banjar lakukan menggunakan sensor Early Warning System. Selain itu pihaknya juga memanfaatkan data dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan III guna mengantisipasi potensi kenaikan debit air susulan.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Tinggalkan Balasan