Hilal Tak Terlihat, Awal Ramadan di Banjarmasin Tunggu Sidang Isbat
fokus6.net, BANJARMASIN — Hasil perhitungan astronomi menunjukkan posisi hilal di wilayah Banjarmasin pada Selasa (17/2/2026) sore masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam. Dengan kondisi tersebut, peluang terlihatnya hilal dinilai sangat kecil.
Pemantauan hilal oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan dari titik pengamatan di puncak salah satu rumah sakit swasta yang memiliki bangunan tertinggi di Kota Banjarmasin.
Berdasarkan data hisab, ijtimak terjadi pada pukul 20.01 Wita. Sementara matahari terbenam lebih dulu pada pukul 18.42 Wita, dan bulan sudah terbenam pada pukul 18.37 Wita.
Secara astronomis, tinggi bulan hakiki tercatat minus 1 derajat 09 menit 11 detik dan tinggi bulan mar’i minus 1 derajat 06 menit 14 detik. Adapun elongasi geosentris berada di angka 1 derajat 11 menit 45 detik.
Jika mengacu pada kriteria terbaru Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Posisi tersebut belum memenuhi standar imkanur rukyat, yakni tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Kepala Kanwil Kemenag Kalimantan Selatan, Muhammad Tambrin, menegaskan bahwa secara perhitungan matematis, hilal di Banjarmasin memang belum memenuhi syarat visibilitas.
“Dari sisi hisab, posisi hilal masih berada di bawah ufuk ketika matahari terbenam. Artinya, secara kriteria imkanur rukyat memang belum terpenuhi,” ujar Tambrin.
Meski demikian, ia menekankan bahwa rukyat tetap berlangsung sebagai bagian dari prosedur resmi pemerintah dalam menentukan awal bulan hijriah.
“Kita tetap melakukan rukyat sebagai bentuk ikhtiar dan mengikuti mekanisme yang telah pemerintah tetapkan. Hasil pengamatan ini nantinya akan kita laporkan dan menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat,” jelasnya.
Tambrin juga mengingatkan masyarakat agar menunggu keputusan resmi pemerintah pusat terkait penetapan awal Ramadan setelah sidang isbat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi. Apapun hasilnya nanti, mari kita jaga kebersamaan dan saling menghormati perbedaan,” tandasnya.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Tinggalkan Balasan