fokus6.net, BANJARMASIN – Seorang perempuan bernama Rini (34), warga Kertak Baru Hilir, dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di bantaran Sungai Martapura, tepatnya di kawasan dekat Jembatan Antasari, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kamis (12/02/2026) malam.

Korban sebelumnya pergi memancing di sekitar lokasi kejadian sejak siang hari. Rini berada di bantaran Sungai Martapura yang berada tak jauh dari Jembatan Antasari sebelum akhirnya petugas nyatakan hilang.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin menerima laporan kejadian sekitar pukul 22.45 WITA dari unsur potensi SAR, Rescue 911. Mendapat laporan tersebut, tim langsung bergerak menuju tempat kejadian musibah untuk melakukan pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, I Putu Sudayana, yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), membenarkan adanya laporan warga hilang saat memancing.

“Kami menerima informasi dari masyarakat bahwa seorang warga dugaan hilang ketika sedang memancing di Sungai Martapura. Setelah laporan masuk, tim rescue segera kami berangkatkan menuju lokasi,” ujar I Putu Sudayana.

Berdasarkan keteranga, korban berangkat memancing sekitar pukul 13.00 WITA. Terakhir kali ia terlihat oleh warga sekitar pada pukul 14.00 WITA. Kekhawatiran muncul ketika ibu korban mendatangi lokasi sekitar pukul 15.00 WITA untuk memastikan keberadaannya.

Namun, saat tiba di lokasi, pihak keluarga hanya menemukan sepeda motor dan perlengkapan memancing milik Rini. Korban sudah tidak berada di tempat.

Korban Tenggelam Derita Epilepsi

Dari informasi yang beredar, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi atau ayan. Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa korban kemungkinan terjatuh ke sungai saat sedang beraktivitas di bantaran.

“Kami menduga korban bisa saja terpeleset atau mengalami kambuh penyakitnya sehingga terjatuh ke sungai. Namun untuk kepastiannya, kami masih fokus melakukan pencarian,” lanjut Sudayana.

Baca juga  Kronologi Abdillah Tewas Ditikam di Leher di Tepian Sungai Martapura Banjarmasin

Sekitar pukul 23.00 WITA, satu tim rescue yang terdiri dari enam personel berangkat ke lokasi. Tim lengkap dengan satu unit rescue car, satu unit perahu karet, alat pendeteksi bawah air Aqua Eye, dua set peralatan selam, serta perlengkapan water rescue lainnya.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur gabungan, di antaranya Basarnas Banjarmasin, Polairud Polresta Banjarmasin, relawan Rescue 911, serta masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian.

“Hingga malam ini kami masih melakukan koordinasi di lapangan dan pemantauan awal di sekitar titik penemuan barang-barang korban. Kondisi cuaca cukup mendukung karena cerah berawan,” kata Sudayana.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net