fokus6.net, BANJARMASIN – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Tambrin, mengingatkan jemaah tentang makna penting Malam Nisfu Syaban, termasuk adanya dua golongan yang tidak diterima taubatnya pada malam tersebut.

Hal itu disampaikannya usai pelaksanaan salat berjemaah di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, Senin (2/2/2026).

Muhammad Tambrin yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin menjelaskan bahwa Nisfu Syaban berarti pertengahan bulan Syaban, yang memiliki keutamaan khusus dalam Islam.

Ia menyebutkan bahwa bulan Syaban dikenal sebagai bulan Nabi Muhammad SAW, sementara Rajab disebut sebagai bulan Allah.

“Dalam beberapa referensi hadis yang hasan dijelaskan bahwa pada bulan Syaban ini, khususnya malam Nisfu Sya’an, Allah menerima taubat hamba-Nya yang memohon ampunan, kecuali dua golongan,” ujarnya.

Ia merinci dua golongan tersebut adalah orang yang melakukan perbuatan syirik serta mereka yang sedang bermusuhan atau tidak saling bertegur sapa.

“Pada malam ini, taubat tidak diterima bagi orang yang menyekutukan Allah dan orang-orang yang bertengkar atau memutuskan hubungan silaturahmi,” kata Tambrin.

Pelaksanaan ibadah Malam Nisfu Syaban tahun ini sempat mengalami penyesuaian akibat hujan yang mengguyur Kota Banjarmasin sejak sore hari.

Rangkaian ibadah yang semula direncanakan berlangsung di lapangan masjid akhirnya dialihkan ke dalam ruangan.

“Kita melihat hujan ini sebagai hujan penuh berkah. Ibadah yang seharusnya dilaksanakan di lapangan terpaksa dipindahkan ke dalam masjid. Kami mohon maaf kepada jemaah karena kondisi di dalam ruangan tidak bisa tertata secara maksimal,” ucapnya.

Meski ruang masjid tidak mampu menampung seluruh jemaah secara ideal, ribuan umat Islam tetap mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan.

Kegiatan dimulai dengan salat Magrib berjamaah, dilanjutkan salat taubat, salat hajat, dan pembacaan Surah Yasin sebanyak tiga kali. Setelah itu, jemaah melaksanakan salat Isya berjamaah dan ditutup dengan salat sunnah tasbih.

Baca juga  Anak Bekantan Nyasar ke Pemukiman di Balangan Berhasil Dievakuasi ke BKSDA

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Syarifuddin, yang hadir mewakili Gubernur Kalsel, mengajak umat Islam menjadikan Malam Nisfu Syaban sebagai sarana persiapan menyambut bulan Ramadan.

“Dalam waktu sekitar dua pekan ke depan kita akan memasuki bulan suci Ramadan. Karena itu, mari kita mulai mempersiapkan diri, baik secara spiritual maupun sosial, untuk menyongsong bulan yang penuh berkah ini,” ujarnya.

Menurut Syarifuddin, Malam Nisfu Syaban memiliki nilai strategis sebagai latihan spiritual bagi umat Islam.

“Nisfu Syaban ini bisa kita maknai sebagai latihan agar ibadah kita di bulan Ramadan nanti menjadi lebih berkualitas,” katanya.

Ia juga berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat memperkuat suasana religius di Kalimantan Selatan.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan keagamaan ini, daerah kita menjadi aman dan damai. Kalsel dikenal sebagai wilayah yang religius, sehingga suasana ibadah puasa nanti bisa berjalan aman, lancar, saling menghormati, dan toleransi tetap terjaga,” tutur Syarifuddin.

Ia menambahkan bahwa berbagai aktivitas Ramadan seperti salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan kegiatan positif lainnya perlu terus dihidupkan di tengah masyarakat.

Meski diguyur hujan, rangkaian ibadah Malam Nisfu Syaban di Masjid Raya Sabilal Muhtadin tetap berlangsung hingga selesai dengan suasana khidmat dan tertib.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net