fokus6.net, JAKARTA – Apple selama ini dikenal memiliki pola peluncuran produk yang nyaris tak pernah meleset.

Namun memasuki 2026, konsistensi tersebut tampak mulai bergeser. Jadwal kehadiran chip generasi terbaru Apple silicon disebut tidak lagi mengikuti pola tahunan yang selama ini menjadi ciri khas perusahaan asal Cupertino tersebut.

Setelah merilis M4 Pro dan M4 Max pada November 2024, banyak pengamat memperkirakan penerusnya akan meluncur di periode yang sama.

Kenyataannya, hingga awal 2026 belum ada pengumuman resmi terkait kehadiran M5 Pro dan M5 Max.

Informasi terbaru justru datang dari sumber rumor asal Tiongkok.

Akun Weibo Fixed-focus Digital mengungkapkan bahwa Apple berpotensi memperkenalkan M5 Pro dan M5 Max sekitar Maret tahun ini, lebih lambat dari perkiraan pasar.

Belum ada penjelasan resmi mengenai alasan di balik mundurnya jadwal tersebut.

Namun, sejumlah laporan industri menyebut dua faktor utama yang berperan besar, yakni kendala di rantai pasokan TSMC serta tantangan produksi pada teknologi kemasan SoIC yang digunakan Apple.

TSMC disebut menghadapi hambatan dalam proses manufaktur yang berdampak langsung pada produksi chip generasi terbaru.

Di saat yang sama, teknologi SoIC yang lebih kompleks juga dilaporkan belum sepenuhnya siap untuk produksi massal skala besar.

Menariknya, meski menghadapi berbagai tantangan, biaya produksi M5 Pro dan M5 Max justru dikabarkan lebih rendah dibandingkan generasi sebelumnya.

Informasi ini menjadi sorotan tersendiri, mengingat pasokan DRAM global masih berada dalam tekanan dan belum sepenuhnya stabil.

Isu lain yang ikut mencuat adalah soal manajemen panas.

Laporan sebelumnya menyebutkan bahwa chip M5 versi standar dapat menyentuh suhu hingga 99 derajat Celsius saat digunakan untuk beban kerja berat dalam durasi panjang.

Baca juga  Israel Batasi 10.000 Jemaah di Masjid Al-Aqsa pada Ramadan 2026

Desain kemasan baru pada varian Pro dan Max diharapkan mampu mengatasi persoalan tersebut dengan sistem pembuangan panas yang lebih efisien.

Pendekatan ini juga memberi ruang bagi Apple untuk menyeimbangkan performa dan efisiensi sesuai kebutuhan pengguna profesional.

Apabila bocoran ini akurat, M5 Pro dan M5 Max kemungkinan akan diperkenalkan bersamaan dengan perangkat baru.

Kandidat terkuatnya adalah MacBook Pro generasi terbaru atau Mac Studio dengan peningkatan performa signifikan.

Seperti biasa, Apple masih menutup rapat seluruh rencana ini. Perusahaan tersebut memang dikenal kerap mengubah strategi tanpa memberikan sinyal awal kepada publik.

Di sisi lain, Apple juga dirumorkan tengah menyiapkan kejutan lain di lini Mac.

Perusahaan disebut sedang mengembangkan MacBook dengan harga lebih terjangkau yang menyasar segmen pengguna baru.

Laptop ini dikabarkan akan menggunakan chip seri A yang selama ini dipakai di iPhone, dan dijadwalkan meluncur pada paruh pertama 2026.

Informasi tersebut berasal dari laporan Mark Gurman di Bloomberg.

Ia menyebut MacBook baru ini akan menggunakan layar LCD kelas bawah dengan ukuran lebih kecil dari MacBook Air 13,6 inci.

“MacBook ini diperkirakan dijual di bawah USD 1.000 atau sekitar Rp 16,7 jutaan, mendekati harga kombinasi iPad entry-level dan Magic Keyboard Folio yang berada di kisaran USD 600,” tulis Gurman dalam laporannya pada Kamis (6/11/2025).

Selama ini, lini Mac sepenuhnya mengandalkan chip seri M, mulai dari M1 hingga M5.

Namun, pengujian internal Apple menunjukkan bahwa chip iPhone terbaru memiliki performa yang mampu menyaingi, bahkan melampaui, M1 generasi awal.

Temuan tersebut sejalan dengan laporan analis kenamaan Ming-Chi Kuo.

Ia menyebut Apple tengah mengembangkan MacBook murah dengan chip A18 Pro, prosesor yang digunakan pada iPhone 16 Pro.

Baca juga  Mesir Puji Peran Prabowo dan Haji Isam Dalam Membangun SDM Unggul di Al-Azhar

Sementara itu, Apple telah lebih dulu memperkenalkan chip M5 sebagai lompatan besar dalam pengembangan kecerdasan buatan.

Chip ini dirancang untuk MacBook Pro, iPad Pro, dan Vision Pro, dengan fokus utama pada akselerasi AI.

M5 dibangun menggunakan proses fabrikasi 3 nanometer generasi ketiga dan dibekali GPU 10-core generasi baru yang dilengkapi Neural Accelerator di setiap core.

Apple mengklaim kombinasi tersebut mampu meningkatkan performa AI hingga empat kali lipat dibandingkan M4, serta menghadirkan peningkatan performa grafis hingga 45 persen.

“M5 membuka lompatan besar berikutnya dalam performa AI Apple silicon. Kehadiran Neural Accelerator di GPU memberikan dorongan signifikan untuk beban kerja berbasis AI,” ujar Johny Srouji, Senior Vice President of Hardware Technologies Apple, dikutip dari situs resmi perusahaan pada Rabu (15/10/2025).

Ia menambahkan bahwa peningkatan grafis, CPU tercepat di kelasnya, Neural Engine yang lebih kencang, serta bandwidth memori yang lebih besar menjadikan M5 sebagai fondasi baru bagi performa MacBook Pro, iPad Pro, dan Apple Vision Pro.

Chip ini mengusung CPU hingga 10-core yang terdiri dari empat core performa dan enam core efisiensi, menghasilkan peningkatan kinerja multithread sekitar 15 persen dibandingkan M4.

Neural Engine 16-core juga dirancang bekerja lebih cepat dan hemat daya untuk mendukung fitur-fitur AI seperti Apple Intelligence dan Persona di Vision Pro.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net