Bandara Soekarno-Hatta Belum Dibuka Meski Empat Kali Paper Test Abu Vulkanik Anak Krakatau Negatif
fokus6.net, JAKARTA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi belum membuka kembali Bandara Soekarno-Hatta meski empat kali uji kertas atau paper test menunjukkan hasil negatif.
Pemerintah masih mengantisipasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sebab, perubahan arah angin bisa kembali membawa abu menuju kawasan bandara.
Karena itu, Kementerian Perhubungan terus melakukan pengujian secara berkala. Pemerintah juga memastikan kondisi permukaan bandara tetap bersih dari abu vulkanik.
“Dapat kami laporkan bahwa Bandara Soekarno-Hatta sudah kami lakukan sebanyak empat kali pengetesan atau paper test dan kami temukan hasilnya negatif,” ujar Dudy dalam rapat terbatas penanganan bencana, Senin (7/9/2026).
Namun, hasil negatif tersebut belum cukup untuk membuka kembali operasional Bandara Soekarno-Hatta.
Dudy mengatakan pemerintah masih ingin memastikan kondisi atmosfer tetap mendukung penerbangan. Selain itu, pemerintah mengantisipasi perubahan arah angin yang dapat membawa abu vulkanik kembali ke bandara.
“Namun demikian kami tidak langsung serta-merta kami buka pada saat ini, Bapak Presiden, karena kami ingin memastikan betul,” kata Dudy.
Abu Vulkanik Masih Terdeteksi di Ketinggian 15 Ribu Kaki
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih memantau pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan pemantauan BMKG pada pukul 12.10 WIB, abu vulkanik masih berada di ketinggian sekitar 15.000 kaki.
Kemudian, abu bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 10 knot. Intensitas sebarannya juga masih tetap.
Selain itu, Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) memperkirakan sebaran abu masih berlangsung hingga pukul 23.10 UTC.
Waktu tersebut setara dengan Selasa (8/9/2026) pukul 06.10 WIB. Karena itu, pemerintah masih menunggu perkembangan kondisi abu sebelum membuka kembali operasional bandara.
Sebelumnya, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani melaporkan kondisi tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.
Faisal menyampaikan laporan dalam rapat terbatas penanganan gempa dan erupsi Gunung Anak Krakatau secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Menurut Faisal, empat bandara yang sementara menghentikan operasional telah menjalani paper test. Hasil pengujian di seluruh bandara tersebut menunjukkan hasil negatif.
“Ada 4 bandara yang posisi pengamatan paper test itu menunjukkan negatif,” kata Faisal.
Keempat bandara tersebut yakni Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Husein Sastranegara, dan Bandara Budiarto.
Khusus Bandara Soekarno-Hatta, petugas melakukan pengujian sebanyak empat kali secara berturut-turut. Seluruh pengujian menunjukkan hasil negatif.
“Untuk Soekarno-Hatta, ini 4 kali berturut-turut paper test-nya selalu menunjukkan hasil negatif, artinya tidak ada debu vulkanik yang terpantau dari paper test,” ujarnya.
Selanjutnya, BMKG menyampaikan hasil pemantauan tersebut kepada Kementerian Perhubungan. Data itu menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan pembukaan kembali bandara.
Menurut Faisal, pemerintah dapat membuka operasional bandara secara bertahap setelah kondisi penerbangan memenuhi aspek keselamatan.
“Hal ini terus kami komunikasikan dengan VAC di Darwin agar Sigmet-nya dipulihkan dan kemudian Bapak Menteri Perhubungan selanjutnya akan menjelaskan otoritas bandara yang akan menentukan pembukaan secara terbatas dari bandara-bandara yang telah dipantau 4 kali berturut-turut bersih dari debu vulkanik,” jelasnya.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Tinggalkan Balasan