fokus6.net, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, operasi tersebut menyasar jajaran Rektorat Universitas Jenderal Soedirman atau Unsoed.

OTT tersebut menjadi operasi tangkap tangan ke-19 KPK sepanjang 2026. Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq ikut tertangkap.

“Ada Rektor juga,” ujar Setyo di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Selain Rektor, KPK juga menangkap dua wakil rektor Unsoed. Keduanya yakni Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Noor Farid dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Norman Arie Prayogo.

Namun, Setyo belum memastikan keterlibatan dua wakil rektor lainnya. Mereka yakni Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof. Kuat Puji Prayitno serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas Prof. Waluyo Handoko.

“Detail pihak yang dibawa ke Jakarta, saya belum update,” kata Setyo.

KPK Dalami Perkara OTT Unsoed

Selanjutnya, KPK masih mendalami perkara yang melatarbelakangi OTT tersebut. Penyidik juga memeriksa para pihak yang tertangkap untuk menentukan status hukumnya.

Sesuai ketentuan KUHAP, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam sejak penangkapan. Setelah itu, lembaga antirasuah menentukan langkah hukum terhadap para pihak.

Sementara itu, OTT Unsoed menjadi bagian dari rangkaian operasi tangkap tangan KPK sepanjang 2026. Sebelumnya, KPK telah melakukan OTT di sejumlah daerah dan instansi pemerintah.

Deretan OTT KPK

Pada Januari, KPK menggelar OTT pertama dan menangkap delapan orang. Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan suap pemeriksaan pajak di lingkungan KPP Madya Jakarta Utara.

Kemudian, KPK menangkap Wali Kota Madiun Maidi dalam OTT kedua. Setelah itu, Bupati Pati Sudewo ikut terjaring dalam OTT ketiga.

Pada Februari, KPK kembali menggelar beberapa OTT. Salah satunya menyasar Kepala KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Baca juga  Gudang di Sukoharjo Ramai Tiap Malam, Ternyata Jadi Markas Kasino

Selanjutnya, KPK menangkap Kepala Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Barat Rizal. Operasi tersebut menjadi OTT kelima sepanjang tahun ini.

Pada operasi keenam, KPK menangkap Ketua PN Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan.

Memasuki Maret, KPK kembali menggelar OTT di sejumlah daerah. Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, dan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman terjaring dalam operasi berbeda.

Pada April, KPK menangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam OTT ke-10. Sementara itu, KPK tidak menggelar OTT sepanjang Mei.

Kemudian pada Juni, KPK kembali menggelar sejumlah OTT. Operasi tersebut antara lain menyeret Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim, Bupati Muara Enim Edison, serta sejumlah pihak lain.

Pada Juli, KPK melanjutkan OTT hingga operasi ke-18. Sejumlah kepala daerah yang terjaring antara lain Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, dan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.

Kini, OTT Unsoed menambah daftar operasi tangkap tangan KPK sepanjang 2026. Namun, KPK masih harus menyelesaikan pemeriksaan untuk menentukan perkara dan status hukum para pihak yang tertangkap.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net