fokus6.net, KABUPATEN BANJAR – Bukit Matang Kaladan di Desa Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, tak lagi seramai saat pertama kali populer pada 2015. Destinasi yang pernah dijuluki “Raja Ampat Kalimantan Selatan” itu kini hanya menerima sekitar 100 hingga 150 pengunjung setiap pekan.

Panorama Waduk Riam Kanan masih menjadi daya tarik utama Matang Kaladan. Wisatawan juga tetap datang untuk menikmati matahari terbit dari puncak bukit. Namun, jumlah kunjungan terus menurun ketimbang dengan masa kejayaannya beberapa tahun lalu.

Selain penurunan jumlah wisatawan, sejumlah fasilitas juga mulai mengalami kerusakan. Beberapa spot foto yang dulu menjadi ikon destinasi kini tampak kurang terawat sehingga mengurangi kenyamanan pengunjung.

Pengurus wisata Bukit Matang Kaladan, Abdul Hakim, mengatakan sebagian besar wisatawan datang pada pagi hari untuk menikmati pemandangan matahari terbit. Meski demikian, jumlah kunjungan saat ini hanya berkisar 100 hingga 150 orang dalam sepekan.

“Pengunjung masih datang, terutama saat pagi hari. Namun, jumlahnya memang jauh berkurang ketimbang beberapa tahun lalu,” ujar Abdul Hakim.

Karena itu, pengelola berencana memperbaiki sejumlah spot foto yang rusak secara bertahap. Dana perbaikan akan berasal dari hasil penjualan tiket masuk.

Abdul Hakim juga mengungkapkan hingga kini pengelola belum menerima bantuan dari instansi terkait untuk memperbaiki fasilitas wisata. Meski demikian, mereka tetap berupaya menjaga daya tarik Bukit Matang Kaladan agar kembali menarik wisatawan.

Penulis/Reporter: Sairi

Baca juga  Tragis, Anak 12 Tahun Tewas Bersimbah Darah di Hulu Sungai Tengah