Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Jangkau Lima Pulau Terluar di Kalimantan Selatan
fokus6.net, BANJARMASIN — Bank Indonesia kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 untuk menjaga ketersediaan uang layak edar di wilayah kepulauan dan daerah terluar Kalimantan Selatan.
Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin, secara resmi melepas keberangkatan tim ekspedisi di Banjarmasin. Program hasil kerja sama Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut tersebut menyasar masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan dengan akses layanan perbankan yang masih terbatas.
Muhidin menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut karena mampu memperkuat pemerataan layanan keuangan hingga ke daerah terpencil.
“Program ini sangat penting untuk memastikan masyarakat di wilayah kepulauan tetap mendapatkan akses terhadap uang rupiah yang layak edar serta memahami pentingnya penggunaan rupiah sebagai simbol kedaulatan negara,” ujar Muhidin.
Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 akan mengunjungi lima wilayah kepulauan. Yakni Pulau Kerayaan, Pulau Kerasian, Pulau Matasiri, Pulau Marabatuan, dan Pulau Laut Timur.
Bank Indonesia melaksanakan kegiatan tersebut selama sepekan, mulai 9 hingga 15 Juni 2026. Tim menggunakan Kapal HIU 634 milik TNI Angkatan Laut untuk menjangkau pulau-pulau yang menjadi sasaran program.
Selain menyalurkan uang rupiah layak edar, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kualitas uang rupiah. Termasuk juga mengenali keaslian uang, serta memanfaatkan sistem pembayaran digital.
Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia berharap masyarakat di wilayah terluar tetap memperoleh akses terhadap uang rupiah yang layak edar.
Program Ekspedisi Rupiah Berdaulat menjadi agenda rutin Bank Indonesia untuk memastikan ketersediaan uang rupiah di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T). Selain itu juga memperkuat rasa cinta dan kebanggaan masyarakat terhadap mata uang nasional.
Penulis/Reporter: Ahmad Fauzie

Tinggalkan Balasan