fokus6.net, BANJARMASIN — Kebakaran pemukiman padat penduduk di Jalan S Parman Gang Kalimantan I, Kelurahan Belitung Utara, Kecamatan Banjarmasin Barat, Rabu (3/6/2026) subuh. Musibah ini menghanguskan delapan rumah warga dan menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai lebih dari Rp500 juta.

Api mulai terlihat sekitar pukul 04.45 Wita. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan menjalar ke rumah-rumah yang sebagian besar berbahan kayu.

Akibatnya, warga panik dan berusaha menyelamatkan diri. Selain itu, mereka juga berupaya mengeluarkan barang-barang berharga dari dalam rumah. Namun, besarnya kobaran api membuat banyak harta benda tidak sempat diselamatkan.

Sejumlah unit pemadam kebakaran kemudian berdatangan ke lokasi untuk mencegah api merambat ke bangunan lain yang berada di kawasan padat penduduk tersebut.

Ketua RT 01, Fauzi Rahman, mengatakan proses pemadaman sempat menghadapi kendala karena petugas kesulitan memperoleh pasokan air.

Menurutnya, kondisi air sungai yang sedang surut membuat relawan dan petugas harus bekerja lebih keras saat melakukan pemadaman.

“Pasokan air sempat sulit karena kondisi sungai sedang surut, sehingga proses pemadaman menjadi terkendala,” ujarnya.

Meski demikian, petugas gabungan akhirnya berhasil menguasai kobaran api sebelum merambat lebih luas ke permukiman sekitar.

Sementara itu, petugas kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara kebakaran pemukiman padat penduduk. Selain memasang garis polisi, petugas juga mengumpulkan sejumlah keterangan untuk mengetahui penyebab kebakaran.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki sumber api yang memicu kebakaran tersebut.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, delapan keluarga terdampak harus kehilangan tempat tinggal dan sebagian besar harta benda mereka.

Selain itu, taksiran kerugian akibat kebakaran mencapai lebih dari Rp500 juta. Warga pun berharap bantuan segera datang untuk membantu pemulihan pascamusibah.

Baca juga  Rumah Milik Lansia di Banjarbaru Ludes Terbakar, Ini Penyebabnya

Penulis/Reporter: Ahmad Fauzie