fokus6.net, HULU SUNGAI TENGAH — Debit sungai di sejumlah kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan mengalami kenaikan pada Minggu (17/5/2026) kemarin. Kenaikan itu imbas curah hujan berintensitas tinggi.

Informasi dari relawan dan warga menyebut air sungai naik di kawasan Arangani, Tilahan, hingga objek wisata Riam Bajandik. Air terlihat keruh dengan arus deras serta membawa raba dan potongan kayu.

Relawan juga melaporkan debit air di kawasan wisata Manggasang, Kecamatan Hantakan, naik sekitar tiga meter pada pukul 10.39 Wita.

Kenaikan debit sungai kemudian merendam ruas Jalan Penas Tani di Kecamatan Batu Benawa sekitar pukul 12.56 Wita.

Air kiriman juga menerjang permukiman warga di Rantau Parupuk, Datar Ajab, Kecamatan Hantakan. Arus sungai membawa lumpur dan raba hingga merusak pintu rumah warga.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD HST, Fitriadi, membenarkan kondisi tersebut. Ia memastikan luapan sungai terjadi di beberapa titik di Kecamatan Hantakan.

“Awalnya kami kira banjir bandang, ternyata hanya luapan sungai. Namun air membawa raba kecil sehingga jalan dan rumah warga menjadi kotor,” ujarnya.

Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Pegunungan Meratus, tepatnya di Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Debit Sungai Amandit naik usai hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak pagi.

Air Sungai Amandit tampak keruh hingga Minggu sore. Arus sungai yang biasanya tenang juga terlihat lebih deras.

Kepala Pelaksana BPBD HSS, Ika Aguspiannor Hidayattullah, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi sungai di kawasan Loksado.

“Debit air memang naik, tetapi sampai sekarang kondisinya masih aman,” katanya.

Debit Sungai Naik, Aktivitas Loksado Normal

Meski debit sungai meningkat, aktivitas wisata di Loksado masih berjalan normal. Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) HSS juga belum menerima laporan kerusakan fasilitas wisata.

Baca juga  Polsek Kandangan Kota Gerebek Rumah di HST, Pengedar Sabu 49 Gram Ditangkap

Kabid Pariwisata Disporapar HSS, Rony, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pengelola wisata dan aparat setempat.

“Kami belum menerima laporan terkait kerusakan fasilitas wisata maupun gangguan terhadap wisatawan,” ujarnya.

Rony meminta wisatawan dan pengelola wisata meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan bantaran sungai dan wisata alam.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Otta Welly Jeni Tholla, memperkirakan hujan masih mengguyur sejumlah wilayah Kalsel dalam dua hari ke depan.

BMKG memprediksi hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Kotabaru dan sejumlah daerah lain pada Senin (18/5/2026). Cuaca serupa juga berpeluang terjadi pada Selasa (19/5/2026).

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net