fokus6.net, BANJARBARU — Terdesak biaya sekolah anak di Pulau Jawa menjadi motif pembunuhan sadis ustazah di Jalan Seledri, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Motif kedua pelaku itu terungkap saat Polres Banjarbaru melakukan jumpa pers di depan awak media, Sabtu (2/5/2026).

Kapolres Banjarbaru, Pius X Febry Aceng Loda, menegaskan pelaku nekat menghabisi nyawa korban karena terdesak kebutuhan ekonomi.

Dua pelaku berinisial AS (40) dan MFI (43) menjalankan aksi pada Rabu (29/4/2026) malam. Polisi kemudian menangkap keduanya pada Jumat (1/5/2026).

“Pelaku mengaku butuh biaya, salah satunya karena terdesak biaya sekolah anak,” ujar Kapolres.

AS dan MFI bekerja sebagai penjaga kebun di sekitar lokasi kejadian. Mereka setiap hari membersihkan dan mengawasi area perkebunan milik majikan.

AS sempat berusaha meminjam uang kepada pemilik kebun. Namun, permintaan itu ditolak. Penolakan tersebut memicu niat pelaku untuk melakukan kejahatan.

“Karena tidak diberi pinjaman, pelaku lalu merencanakan perampokan,” jelas Kapolres.

Pelaku kemudian mengajak MFI untuk menjalankan rencana tersebut. Keduanya mulai mengamati aktivitas korban.

Pelaku melihat korban hampir setiap hari melintas di depan pondok tempat mereka tinggal. Dari situ, mereka menentukan target dan waktu aksi.

Mereka memilih jalan sepi di kawasan Sungai Ulin untuk melancarkan rencana. Saat korban melintas, pelaku langsung menghadang dan menyerang.

Setelah melumpuhkan korban, pelaku mengambil barang berharga milik korban.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Baca juga  Unik! Ratusan Porsi MBG Disalurkan Ringankan Beban Korban Banjir di Kabupaten Banjar