fokus6.net, BANJARBARU — Sambil terisak Mudi’ah menceritakan permintaan terakhir Ustazah Hasanah, korban pembegalan dua orang tukang kebun di Jalan Seledri, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Di sela-sela konferensi pers di Polsek Banjarbaru Utara, Sabtu (2/5/2026), ia mengingat jelas percakapan terakhir dengan anaknya, beberapa jam sebelum peristiwa itu terjadi.

Kala itu, Hasanah sempat menghubunginya dan meminta agar Mudi’ah membawakan air minum.

“Dia bilang, ‘Ma, bawakan banyu, terserah aja yang dingin’,” ucap Mudiah dengan suara bergetar.

Permintaan terakhir ustazah Hasanah itu terasa janggal. Namun, Mudiah tetap mengantarkan air sekitar pukul 18.00 WITA tanpa firasat buruk.

“Ulun (saya, red) merasa tidak biasa. Dia jarang minta seperti itu,” katanya.

Kekhawatiran muncul saat Hasanah tak kunjung pulang dan tidak datang mengajar di pondok pesantren. Mudiah bersama suami langsung menyusuri Jalan Seledri, jalur yang biasa dilalui korban.

Dalam pencarian itu, Mudiah sempat bertanya kepada dua pria di sebuah pondok. Kedua pria itu ternyata pelaku berinisial AS dan MF.

“Saya tanya, ada tidak melihat perempuan lewat. Mereka bilang tidak tahu,” ujarnya.

Suaminya bahkan sempat masuk ke pondok tersebut, tetapi tidak menemukan hal mencurigakan.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Baca juga  Polda Kalsel Gagalkan Peredaran 6.726 Butir Ekstasi, Dua Pengedar Dibekuk di Kertak Hanyar