Jumhur Hidayat Masuk Kabinet, Walhi Kalsel Tagih Janji Perlindungan Hutan
fokus6.net, BANJARMASIN — Jumhur Hidayat resmi masuk kabinet sebagai Menteri LH menggantikan Hanif Faisol dalam reshuffle Kabinet Merah Putih, Jumat (24/4/2026) pekan lalu.
Walhi Kalimantan Selatan langsung menagih janji perlindungan hutan kepada menteri baru itu.
Direktur Eksekutif Daerah Walhi Kalsel, Raden Rafiq S.F.W., menegaskan krisis ekologis di Indonesia bukan lagi isu sektoral melainkan kegagalan sistemik yang berlangsung lintas generasi kepemimpinan.
“Pergantian presiden dan menteri tidak serta-merta membawa perubahan signifikan. Bahkan dalam banyak kasus kondisi lingkungan justru semakin memburuk,” ujar Rafiq, Kamis (30/4/2026).
Sengkarut industri ekstraktif, eksploitasi kawasan hutan, dan ekspansi perkebunan kelapa sawit terus berlangsung tanpa kontrol yang tegas.
Selain itu masyarakat Kalimantan Selatan sudah merasakan langsung akibatnya — banjir rutin setiap musim hujan dan kabut asap kebakaran hutan yang kembali menghantui setiap musim kemarau.
Bahkan menurut Rafiq, kondisi ini bukan fenomena alam semata melainkan konsekuensi nyata dari tata kelola lingkungan yang gagal selama bertahun-tahun.
Walhi Kalsel mendesak Jumhur Hidayat mengevaluasi secara menyeluruh kebijakan lingkungan dalam UU Cipta Kerja. Karena, selama ini aturan itu menurut Walhi melemahkan perlindungan lingkungan hidup.
“Perlu keberanian politik untuk mengevaluasi secara menyeluruh kebijakan lingkungan, khususnya yang termuat dalam UU Cipta Kerja,” tegas Rafiq.
Selain itu Walhi Kalsel juga menuntut Jumhur menghentikan praktik eksploitasi yang merusak.
Termasuk memastikan penegakan hukum lingkungan yang adil tanpa tebang pilih, dan mengawal pembahasan RUU Keadilan Iklim.
Lebih jauh, Walhi Kalsel menilai apabila tak ada perubahan arah kebijakan yang fundamental. Pergantian Menteri LH hanya menjadi bagian dari siklus kegagalan yang terus berulang.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Tinggalkan Balasan