Dugaan Pembegalan di Batu Ampar Tanah Laut Ternyata Rekayasa, Uang Ludes untuk Judol
fokus6.net, TANAH LAUT — Dugaan pembegalan yang sempat meresahkan warga Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, akhirnya terungkap sebagai cerita rekayasa.
Bambang, pedagang bakso keliling yang mengaku menjadi korban begal di jalan penghubung Desa Jilatan dan Desa Durian Bungkuk pada Rabu (6/5/2026), ternyata mengarang seluruh kisah tersebut.
Kapolsek Batu Ampar, AKP Munadi, menjelaskan hasil pemeriksaan lanjutan dan pengecekan ulang ke TKP memastikan tidak ada aksi pembegalan seperti yang Bambang laporkan.
“Setelah kita mintai keterangan lengkap dan pengecekan ulang ke TKP, ternyata insiden pembegalan itu rekayasa belaka,” kata Munadi, Minggu (10/5/2026).
Bambang sengaja membuat cerita palsu untuk menutupi kondisi keuangannya yang bermasalah. Ia mengaku malu kepada istrinya di Liang Anggang, Banjarbaru, karena tidak bisa mengirim uang. Uang dagangan yang ia klaim dirampas begal ternyata habis untuk bermain slot judi online.
“Selama ini malah sering minta uang ke istrinya. Termasuk uang untuk belanja bahan dagangan. Pada hari kejadian itu juga baru minta uang dari istri,” ungkap Munadi.
Setelah polisi mendesaknya dengan sejumlah temuan, Bambang mengakui seluruh kebohongannya. Ia mendatangi Polsek Batu Ampar pada Kamis (7/5/2026) sore untuk memberikan klarifikasi.
Bambang juga membuat video klarifikasi kepada masyarakat, khususnya warga Desa Jilatan dan sekitarnya. Ia meminta maaf karena laporan palsunya sempat membuat gaduh dan memicu keresahan soal dugaan pembegalan di kawasan tersebut.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Tinggalkan Balasan