fokus6.net, BANJARBARU — Pemerintah Kota Banjarbaru targetkan pembangunan fokus jalan lingkungan pada 2026. Kebijakan ini tetap berjalan meski anggaran infrastruktur mengalami penurunan signifikan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) langsung mengarahkan program ke kawasan permukiman. Langkah ini diambil agar masyarakat tetap merasakan dampak pembangunan secara nyata.

Kepala Bidang Bina Marga PUPR Banjarbaru, Adi Maulana, menegaskan pihaknya menyusun program berbasis kebutuhan warga. Ia memastikan proyek yang berjalan benar-benar menyentuh akses harian masyarakat.

“Fokus kami tetap pada jalan lingkungan yang digunakan warga setiap hari,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

PUPR menyiapkan sembilan paket pekerjaan. Tim membagi program itu menjadi empat pemeliharaan jalan, empat peningkatan jalan, serta satu pembangunan jembatan.

Selain itu, proyek strategis juga mencakup pembangunan jembatan di kawasan Guntung Manggis, Jalan Purnawirawan, dengan nilai sekitar Rp6,5 miliar.

PUPR kemudian mempercepat peningkatan jalan lingkungan di sejumlah titik. Wilayah Landasan Ulin, Cempaka, Liang Anggang, hingga Peramuan Ujung masuk prioritas utama.

Total peningkatan jalan mencapai 2,8 kilometer dengan anggaran sekitar Rp14 miliar. Sementara itu, tim juga menjalankan pemeliharaan berkala sepanjang 3,1 kilometer senilai Rp14,1 miliar.

Adi menjelaskan, pihaknya menentukan lokasi proyek melalui musrenbang dan aspirasi warga. Pemerintah kemudian menyelaraskan hasil tersebut dengan visi Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby.

“Semua program kita pilih berdasarkan kebutuhan dan dampaknya bagi masyarakat,” jelasnya.

Fokus Jalan Lingkungan, PUPR Sebut Masuk Tahap Kontrak

Saat ini, seluruh paket pekerjaan sudah masuk tahap kontrak. Tim juga sudah menyelesaikan pengukuran lapangan dan menyiapkan pelaksanaan fisik.

PUPR menargetkan pekerjaan mulai berjalan pada minggu kedua Mei 2026. Proyek jalan bakal selesai Agustus, sedangkan pembangunan jembatan targetnya rampung Oktober 2026.

Baca juga  Pasar Wadai Ramadan Kotabaru Berhadiah 2 Motor, Belanja Rp20 Ribu Dapat Kupon Undian

Di sisi lain, efisiensi anggaran memaksa pemerintah mengubah strategi. Anggaran infrastruktur turun dari sekitar Rp100 miliar pada 2025 menjadi Rp34 miliar pada 2026.

Namun demikian, pemerintah tetap menjaga kualitas program. PUPR memilih memangkas kegiatan yang tidak prioritas dan tetap mempertahankan proyek yang berdampak langsung.

Adi mengakui kenaikan harga material menjadi tantangan tersendiri. Meski begitu, pihaknya tetap mengupayakan proyek berjalan sesuai rencana.

“Kami tetap optimistis pekerjaan selesai tepat waktu,” tegasnya

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net