fokus6.net, TANAH LAUT — Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) tahun 2026 berlangsung serentak di 17 provinsi di Indonesia. Kegiatan nasional ini terpusat di Desa Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Kamis, 9 April 2026.

Kementerian Pertanian juga melakukan penanaman padi varietas Inpari 32 secara serentak. Total luas lahan yang ditanami mencapai 10 ribu hektare.

Penanaman di Tanah Laut berlangsung di lahan seluas 651 hektare. Proses penebaran benih menggunakan teknologi drone untuk meningkatkan efisiensi.

Setiap drone mampu membawa 20 hingga 22 kilogram benih padi. Metode ini mempercepat proses tanam di lahan luas.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, Idha Widhi Arsanti, mengatakan program ini untuk memperkuat ketahanan pangan. Selain itu, teknologi modern juga mulai berjalan di sektor pertanian.

“Program ini mendorong peningkatan produksi sekaligus pemanfaatan teknologi pertanian modern,” ujar Idha Widhi Arsanti.

Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan bersama Kementerian Pertanian juga menyiapkan langkah antisipasi. Hal ini untuk mencegah dampak parah menghadapi musim El Nino.

Kepala Dinas Pertanian Kalsel, Syamsir Rahman, menyebut kesiapan daerah menjadi kunci. Pemerintah ingin memastikan produksi tetap stabil.

“Kami sudah menyiapkan langkah antisipasi agar produksi tetap terjaga,” kata Syamsir Rahman.

Kegiatan ini juga sekaligus dialog daring. Sejumlah kepala daerah dan dinas pertanian dari 17 provinsi ikut dalam kegiatan tersebut.

Penulis/Reporter: Basuki Rahmat

Baca juga  Digerebek Warga, Kepala Desa Pelaihari Belum Dicopot dari Jabatan