269 Pemudik Terlantar di Pelabuhan Batulicin Akhirnya Diberangkatkan
fokus6.net, TANAH BUMBU — Sebanyak 269 pemudik yang terlantar selama lima hari di Pelabuhan ASDP Batulicin akhirnya berangkat menuju Pelabuhan Garongkong, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan menggunakan KMP Awu-Awu. Kasus mudik Batulicin ini bermula dari aksi oknum yang menawarkan perjalanan tanpa tiket resmi.
Para pemudik sempat menolak turun dari kapal karena merasa sudah membayar biaya perjalanan kepada oknum petugas kapal. Tarif ilegal yang oknum patok bervariasi antara Rp250 ribu hingga Rp700 ribu, sementara tiket resmi hanya Rp165 ribu.
Salah satu pemudik asal Sulawesi Selatan, Sutopo, mengaku kecewa meski akhirnya bisa berangkat. Ia khawatir tiba di kampung halaman setelah Lebaran.
“Saya merasa kecewa, karena kemungkinan akan menjalani lebaran saat masih dalam perjalanan,” ujar Sutopo.
Polisi Kawal Ketat Pemberangkatan Para Pemudik
Petugas KSOP Kotabaru-Batulicin bersama kepolisian mengatur penumpang secara bergantian saat proses naik kapal. Pengawalan ketat itu mencegah penumpang saling dorong saat memasuki area kapal.
Situasi di Pelabuhan Batulicin sempat memanas pada Selasa dini hari sebelum pemberangkatan. Petugas mengevakuasi ratusan penumpang dari dalam kapal karena tidak memiliki tiket resmi.
Kini 269 pemudik mudik Batulicin itu sudah berada di atas kapal menuju Sulawesi Selatan setelah menunggu kepastian keberangkatan selama lima hari di pelabuhan.
Penulis/Reporter: Apri


Tinggalkan Balasan