Autopsi Ungkap Penyebab Kematian Pria di Pangkas Rambut Landasan Ulin Banjarbaru
fokus6.net, BANJARBARU — Polsek Liang Anggang memastikan stroke Banjarbaru merenggut nyawa pria berinisial AAP (33), bukan kekerasan. Tim forensik RSUD Ulin menyelesaikan autopsi korban yang polisi temukan di gerai pangkas rambut Jalan Sukamara, Landasan Ulin Utara.
Kanit Reskrim Polsek Liang Anggang, Iptu Isman Riskadany, menjelaskan benturan menimbulkan luka di dahi, pelipis, serta bagian belakang kepala hingga ubun-ubun korban. Namun luka itu bukan penyebab kematian.
“Dari hasil autopsi didapati adanya luka di dahi dan pelipis karena benturan. Kemudian juga terdapat luka memar di bagian belakang kepala sampai ubun-ubun,” ujar Isman.
Tim forensik juga menemukan indikasi korban sempat menelan cairan bersifat basa. Cairan itu membakar saluran pernapasan dari pangkal hingga batang tenggorokan korban.
“Diduga korban mengonsumsi sesuatu cairan yang bersifat dasar yang mengakibatkan iritasi kemerahan dari pangkal tenggorokan sampai batang tenggorokan,” tambahnya.
Stroke Banjarbaru Bunuh Pria di Gerai Pangkas
Pemeriksaan forensik menemukan penyempitan pada jantung AAP. Penyempitan itu memicu serangan stroke yang kemudian merenggut nyawanya.
Tim forensik turut menemukan pendarahan pada otak bagian dalam sebelah kiri dan pada penampang batang otak. Isman menegaskan stroke lebih dulu menyerang sebelum korban terjatuh dan melukai dahinya.
“Penyebab kematiannya adalah gejala stroke yang mengakibatkan pembuluh darah di bagian kepala mengalami pendarahan,” jelas Isman.
Korban merupakan warga Kabupaten Hulu Sungai Selatan berusia 33 tahun. Polsek Liang Anggang memastikan tidak ada unsur kekerasan pihak lain dalam kasus ini.
“Penyebab kematian disebabkan penyakit yang diidap korban, bukan karena penyebab tidak wajar seperti adanya kekerasan oleh orang lain,” tegas Isman.
Sebelumnya, warga Jalan Sukamara ramai mendatangi lokasi setelah menemukan jasad AAP di gerai pangkas rambut pada Rabu (4/3/2026) malam. Saat ini penyidik resmi menutup kasus sebagai kematian wajar.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net


Tinggalkan Balasan