fokus6.net, TANAH BUMBU — Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu memisahkan pesta adat Pagatan, Mappanre Ri Tasi’e, dari peringatan Hari Jadi Tanah Bumbu dan Expo Pembangunan mulai 2026. Pemisahan itu bertujuan menjaga kesakralan tradisi adat Bugis Pagatan.

Sekretaris Daerah Tanah Bumbu Yulian Herawati menyatakan penggabungan selama ini membuat fokus ritual adat berkurang. “Jadi kita ingin memberi kekhususan pada pesta pantai kali ini,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah daerah menggabungkan ketiga kegiatan untuk menambah kemeriahan dan menarik lebih banyak pengunjung. Namun pelaksanaan bersamaan dalam beberapa tahun terakhir justru menggeser perhatian dari ritual adat.

Selanjutnya, Hari Jadi Tanah Bumbu tetap berlangsung pada 8 April 2026 bersama Expo Pembangunan. Pemerintah daerah menjadwalkan pesta adat Pagatan pada 12–26 April 2026 di kawasan Pantai Pagatan.

Meskipun demikian, Yulian menegaskan pemerintah daerah tetap mendukung penuh jalannya kegiatan. Lembaga Ade Ogie mengambil alih pelaksanaan teknis dengan dukungan berbagai instansi terkait.

“Ini diharapkan tidak hanya memeriahkan kegiatan, tetapi juga mendorong pertumbuhan UMKM serta pariwisata daerah,” ujar Yulian.

Ketua Lembaga Ade Ogie Tanah Bumbu Fawahisah Mahabbatan menyambut baik keputusan itu. Menurutnya, pemisahan agenda memberi ruang lebih luas bagi masyarakat adat untuk menyiapkan ritual secara optimal.

“Tradisi dan ritual itu jadi daya tarik Mappanre Ri Tasi’e. Itu sebabnya Presiden, Wakil Presiden, dan pejabat negara ingin menyaksikan tradisi Bugis Pagatan,” ujar Fawahisah.

Sebagai informasi, pesta adat Pagatan ini merupakan tradisi tahunan masyarakat Bugis sebagai ungkapan syukur atas hasil laut. Kegiatan ini juga menampilkan agenda budaya, hiburan artis, dan partisipasi pelaku UMKM di Pantai Pagatan.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Baca juga  Timun Suri Laris Manis di Bati-Bati Tanah Laut, Pedagang Raup Untung Lebih